Kaltaraterkini.co.id, KABUPATEN NUNUKAN – viral beredarnya Video dan foto kedatangan Wakil Bupati (Wabup) Nunukan, Hermanus, ke Kantor Bupati Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) bersama rombongan pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajak (TBBR), mencuri perhatian publik.
Pasalnya dalam video dan foto yang beredar tersebut adanya kehadiran Wabup Nunukan bersama pasukan adat tersebut sempat dikaitkan dengan aksi protes terhadap sejumlah persoalan di lingkungan Pemkab Nunukan.
Namun saat dikonfirmasi Ketua DPW TBBR Provinsi Kalimantan Utara(Kaltara), Mangku Muriono membantah narasi yang justru menyesatkan masyarakat itu. Ia bahkan dengan tegas membantah adanya unsur protes maupun intimidasi.
“tidak ada unssur protes dan unsur berbau negatif lainnya, saya tegaskan disana Wabup bersama rombongan hanya menggelar doa adat,”kata Mangku Muriono.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut murni merupakan ritual doa keselamatan menurut tradisi adat Dayak. Dimana dalam tradisi adat yang dilakukan Wabup bersama Rombongan lainnya hanya menyampaikan doa keselamatan dan kesejahteraan bagi Kabupaten Nunukan.
“Itu sebagai warga masyarakat adat Dayak Kalimantan yang menjunjung tinggi adat budaya. Kita ritual berdoa bersama kepada Tuhan, kepada Jubata, agar penyelenggaraan pemerintahan dilindungi, berjalan dengan baik, murni untuk kemaslahatan dan kebaikan orang banyak,” lanjutnya lagi.
“Adapun perlengkapan dibawah dan dikaitkan dengan aksi protes, itu semua tidaklah benar. Karena apapun yang dibawah Wabup bersama rombongan hanyalah berupa perlengkapan dalam menggelar ritual adat dan doa,”ujarnya.
Selain itu Muriono juga membantah keras isu yang menyebut adanya perpecahan atau permusuhan antara Bupati Irwan Sabri dan Wakil Bupati.”Kepada warga masyarakat, tentunya agar tidak menafsirkan lain, agar tidak menggoreng bahwa kegiatan itu seolah Bupati dengan Wakil bermusuhan. Tidak ya,” tegas Muriono.
“Beliau (Wabup) memanggil para pegawai hanya untuk mengajak ayo kita bekerja secara baik, murni, tulus, ikhlas kepada rakyat. Sekali lagi saya tegaskan, ini tidak ada untuk mengintimidasi, melainkan melayangkan doa,” pungkasnya.






