Beranda blog

Eks Ketua KPU Bulungan Sebut Berkas Pencalonan Lausa Laida Tak Bermasalah

Kaltaraterkini.co.id, BULUNGAN – Persidangan perkara dugaan ijazah palsu yang menjerat anggota DPRD Kabupaten Bulungan, Lausa Laida, berlanjut di Pengadilan Negeri Tanjung Selor pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Dalam sidang bernomor perkara 183/Pid.B/2026 itu, tiga saksi meringankan yang dihadirkan pihak terdakwa memberikan keterangan terkait proses pencalonan, penerbitan nomor induk siswa, dan administrasi pendidikan Lausa.Salah satu saksi yang dihadirkan adalah Lili Suryani, mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bulungan periode 2014 – 2019.

Di hadapan majelis hakim, Lili menjelaskan mekanisme pendaftaran calon anggota legislatif yang telah menggunakan Sistem Informasi Pencalonan (Silon) secara daring.Menurut Lili, penggunaan sistem tersebut memungkinkan proses pendaftaran dilakukan secara elektronik sehingga berkas fisik tidak perlu diserahkan secara berlebihan.

“Saat pendaftaran, sudah ada aplikasi Silon yang digunakan secara daring (online). Sehingga berkas fisik tidak perlu dibawa secara berlebihan,” kata Lili dalam persidangan.

Ia juga menyatakan bahwa selama tahapan pemilu berlangsung pada masa jabatannya, dokumen administrasi pencalonan atas nama Lausa Laida tidak mengalami kendala.

Lili mengatakan KPU Kabupaten Bulungan tidak menerima sanggahan masyarakat mengenai keabsahan ijazah Lausa selama masa tanggapan dan sanggahan dibuka secara resmi.

“Betul, selama proses pemilu berjalan, yang atas nama terdakwa ini tidak ada masalah. Tidak ada sanggahan dari masyarakat sampai masuk ke tahap selanjutnya,” ujarnya.

Keterangan tersebut disampaikan dalam kapasitas Lili sebagai saksi yang diajukan pihak terdakwa. Tidak adanya sanggahan selama tahapan pemilu, sebagaimana diterangkannya di persidangan, merupakan bagian dari keterangan saksi dan tidak dengan sendirinya menentukan keabsahan ijazah yang menjadi pokok perkara.

Selain Lili, majelis hakim mendengarkan kesaksian Wakil Kepala Yayasan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ba’ats Darif, Dr. Pringo. Ia memberikan keterangan mengenai Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) atas nama Lausa Laida yang disebut terbit melalui PKBM tersebut.

Pringo mengatakan, pada 2022, ketika Lausa hendak mengambil ijazah, ia melihat NISN atas nama Lausa tercantum di PKBM Ba’ats Darif.

Ia juga mengaku sempat mengambil tangkapan layar dari Sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) lembaga tersebut.

“Pada tahun 2022 saat saudara LL hendak mengambil ijazah, saya melihat NISN atas nama Lausa Laida terbit di PKBM Ba’ats Darif. Saya juga sempat mengambil tangkapan layar (screenshot) dari Sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) PKBM tersebut,” kata Pringo.

Saksi ketiga, Muhammad Nur, menerangkan perannya sebagai wali murid Lausa Laida selama menempuh pendidikan nonformal di PKBM Ba’ats Darif. Ia mengaku menandatangani rapor Lausa untuk program Paket B dan Paket C.

“Benar, saya yang menandatangani rapor Lausa Laida, baik untuk program Paket B maupun Paket C di PKBM Ba’ats Darif,” ujar Muhammad Nur.

Persidangan tersebut merupakan bagian dari tahapan pembuktian dalam perkara dugaan ijazah palsu yang melibatkan Lausa Laida. Keterangan para saksi yang dihadirkan pihak terdakwa akan menjadi bagian dari materi yang dipertimbangkan majelis hakim bersama alat bukti dan keterangan lain dalam persidangan.

Hingga berita ini disusun, proses persidangan di Pengadilan Negeri Tanjung Selor masih berlanjut untuk mendengarkan tahapan pembuktian berikutnya.

Belum ada kesimpulan akhir mengenai perkara tersebut karena pemeriksaan di pengadilan masih berlangsung

Mewakili Bupati Nunukan, Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Setda Hadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kaltara

Kaltaraterkini.co.id, NUNUKAN – Mewakili Bupati Nunukan Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Nunukan H. Muhammad Amin, SH menghadiri Rapat Paripurna dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Provinsi Kalimantan Utara yang digelar di Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Sabtu, (25/10/2026).

Peringatan tahun ini mengusung tema “14 Tahun Kalimantan Utara, Ekonomi Tumbuh, Semua Berdaya”.Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, H. Ahmad Djufrie, SE., MM, selaku Pimpinan Sidang, didampingi Para Wakil Ketua dan seluruh Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara.

Hadir Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Unsur Forkopimda, Sekretaris Provinsi, Pimpinan Instansi Vertikal, BUMN/BUMD, tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas, organisasi pemuda dan wanita, serta insan pers.Dalam sambutannya, H. Ahmad Djufrie menyampaikan Dirgahayu Provinsi Kalimantan Utara ke-14 dan mengajak seluruh masyarakat untuk terus bergerak bersama menjaga persatuan.

Ia mengingatkan sejarah lahirnya Kaltara sebagai provinsi ke-34 di Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 pada 25 Oktober 2012, yang merupakan buah dari perjuangan panjang tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemuda.

Roda pemerintahan sendiri resmi berputar sejak 22 April 2013 dengan Tanjung Selor sebagai ibu kota pemersatu, yang kemudian ditetapkan melalui Perda Provinsi Kaltara Nomor 2 Tahun 2021 tentang Hari Jadi Provinsi Kalimantan Utara.

“Tema 14 Tahun Kaltara, Ekonomi Tumbuh Semua Berdaya bukan sekadar slogan, melainkan mengandung pesan yang sangat kuat. Kita tidak hanya ingin berfokus pada pertumbuhan ekonomi secara makro atau sekadar angka, tetapi kita ingin memastikan bahwa pertumbuhan tersebut bersifat inklusif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Ahmad Djufrie.

Ketua DPRD juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tokoh inisiator, para pendahulu, dan seluruh elemen masyarakat yang telah memperjuangkan berdirinya Provinsi Kalimantan Utara.

Sementara itu, Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A. Paliwang dalam sambutannya menyampaikan penghormatan dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh tokoh inisiator pembentukan provinsi dan para pendahulu.Gubernur menjelaskan, peringatan HUT tahun ini sengaja dilaksanakan dengan sangat sederhana.

“Keputusan ini kita ambil sebagai wujud empati, keprihatinan, serta solidaritas kita bersama atas kondisi kabut asap yang saat ini tengah melanda sebagian besar wilayah kita dan berdampak langsung pada kesehatan serta aktivitas masyarakat,” ujar Gubernur Zainal.

Gubernur juga menyinggung tantangan pengelolaan keuangan daerah akibat kebijakan pemangkasan dan efisiensi anggaran.

“Saya ingin menegaskan di mimbar terhormat ini, bahwa efisiensi anggaran tidak akan pernah memangkas semangat kita untuk terus membangun Kalimantan Utara,” tegasnya.

Semangat tersebut, lanjut Gubernur, tercermin dari inovasi SINERGI KALTARA sebagai wadah kolaborasi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, serta Pajak Kendaraan Bermotor di Atas Air (PKAA) yang pertama kali diterapkan di Indonesia sebagai inovasi fiskal Pemprov Kaltara yang memperluas basis pajak daerah.

Sebagai refleksi kinerja, Gubernur memaparkan indikator makro pembangunan. Berdasarkan rilis BPS, perekonomian Kaltara pada Triwulan II-2026 tumbuh impresif sebesar 4,96% dan secara kumulatif Semester I-2026 terhadap Semester I-2025 tumbuh sebesar 5,09%. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Triwulan II-2026 tercatat menembus Rp42,47 Triliun.

“Capaian tersebut diperkuat dengan deretan penghargaan nasional, diantaranya WTP 12 Tahun Berturut-turut dari BPK RI, Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Terbaik II Regional Kalimantan, IKADA Peringkat I Nilai 99,53, IRH Predikat Istimewa, JDIH Predikat A, UHC Awards 2026 Kategori Madya, hingga Inabuyer Award 2026.” Terang Gubernur Palliwang.

sebelum mengakhiri sambutannya. Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Gubernur dan Ketua DPRD mengajak seluruh masyarakat untuk terus bergerak bersama, menjaga persatuan, serta mewujudkan Kaltara yang lebih maju, sejahtera dan berkelanjutan dalam bingkai NKRI.

Irwan Sabri Hadiri Pelantikan IWSS Nunukan PeriodeTahun 2026-2031

Kaltaraterkini.co.id, NUNUKAN – Bupati Nunukan H.Irwan Sabri, SE.,MM menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kabupaten Nunukan Periode 2026–2031 yang berlangsung di Lantai V Kantor Bupati Nunukan Sabtu(24/10).

Pelantikan tersebut menetapkan Ir.Andi Astuti,ST.MM sebagai Ketua IWSS Kabupaten Nunukan periode 2026–2031. Prosesi pelantikan dilaksanakan oleh Ketua Umum Pengurus Wilayah IWSS Kalimantan Utara Hj.Dara AR RasyidPelantikan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Hj. Rahmawati Zainal Paliwang, S.H yang hadir sekaligus sebagai dewan pembina IWSS Kalimantan Utara, anggota DPRD kabupaten Nunukan Hj.Andi mariyati, wakil Ketua TP PKK Kabupaten Nunukan Susanti, Forkopimda kab.Nunukan, Ketua KKSS Kab.Nunukan, ketua KKMB Kab.Nunukan,Tokoh Adat dan Tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya Bupati Nunukan mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus IWSS kabupaten nunukan yang hari ini resmi dilantik. Dikatakannya organisasi perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat, tidak hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas perempuan, memperkuat ketahanan keluarga, serta mendorong kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Lanjut dikatakan Bupati berharap Ikatan Wanita Sulawesi Selatan dapat terus menjaga kekompakan dan mempererat persaudaraan di antara anggota. Selain itu, IWSS juga diharapkan mampu berperan aktif dalam menjaga nilai-nilai budaya Sulawesi Selatan, sekaligus membangun hubungan yang harmonis dengan berbagai suku dan organisasi kemasyarakatan lainnya di kabupaten nunukan.

Dikatakan orang Sulawesi Selatan dikenal punya semangat merantau, pekerja keras, menjunjung tinggi harga diri, serta kuat dalam menjaga kekeluargaan. nilai-nilai inilah yang harus terus dirawat dan dijaga.

” Tetapi saya juga ingin berpesan, jangan hanya kuat dalam menjaga keluarga sendiri. mari kita juga peduli dengan keluarga-keluarga di sekitar kita, terutama mereka yang sedang mengalami kesulitan.kalau ada tetangga yang kesusahan, kita bantu. kalau ada anak yang membutuhkan perhatian, kita peduli. kalau ada persoalan di lingkungan, kita ikut mencari solusi. jangan sampai kita rajin hadir di acara organisasi, tetapi tidak tahu kalau tetangga sebelah rumah sedang membutuhkan bantuan”, pesan Bupati.

Kepada seluruh pengurus yang baru dilantik, H. Irwan Sabri berpesan agar senantiasa mengedepankan kebersamaan, menjaga komunikasi, serta menjalankan program organisasi yang terarah dan bermanfaat.Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD RI sekaligus Dewan Pembina IWSS Kamimantan Utara Hj.Rahmawati menyampaikan apresiasi kepada ketua dan pengurus yang baru dilantik.

“Organisasi yang kuat tidak dibangun oleh satu orang melainkan oleh banyak orang yang bersedia bersatu, saling menghargai dan bekerja sama.”Ucapnya.

Ikatan wanita Sulawesi Selatan mempunyai peranan penting dalam mempererat silahturahmi serta melestarikan nilai -nilai budaya Sulawesi Selatan.oleh karena itu saya berpesan kepada seluruh pengurus agar senantiasa menjaga kekompakan dan mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan permasalahan, menjadikan organisasi ini wadah yang bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat luas.

Di akhir sambutannya Rahmawati berpesan untuk ketua dan pengurus yang dilantik agar lebih banyak diadakan bakti sosial untuk masyarakat yang membutuhkan

Irwan Sabri Apresiasi Kreativitas Peserta Kemah Bakti Pramuka 2026

Kaltaraterkini.co.id, NUNUKAN – Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE., M.M., menghadiri Upacara Penutupan Kemah Bakti Pramuka 2026 di Bumi Perkemahan SMA Negeri 1 Nunukan Selatan, Jumat (23/10/2026).

Upacara tersebut dipimpin Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalimantan Utara, Hj. Rahmawati, S.H., sebagai inspektur upacara.Kemah Bakti Kreatif Satuan Karya (Saka) Widya Budaya Bakti Kwarda Gerakan Pramuka Kalimantan Utara berlangsung pada 21–23 Oktober 2026.

Kegiatan bertema “Kreatif dan Inovatif” itu diikuti Pramuka Penegak dari gugus depan SMA dan SMK se-Kabupaten Nunukan.Rangkaian kegiatan meliputi perkemahan, perlombaan, bakti sosial, dan aktivitas edukatif untuk meningkatkan kedisiplinan, kreativitas, kepedulian sosial, serta semangat pengabdian peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Nunukan bersama Ketua Kwarda meninjau pameran hasil karya peserta berupa kerajinan tangan dan beragam makanan olahan. Karya-karya tersebut menunjukkan kreativitas peserta dalam mengembangkan ide dan memanfaatkan potensi lokal.

Bupati Nunukan mengapresiasi hasil karya tersebut dan mendorong peserta untuk terus mengembangkan keterampilan melalui pembelajaran dan pelatihan.

Ia berharap kreativitas yang ditampilkan tidak berhenti pada kegiatan perkemahan, tetapi terus dikembangkan sehingga menghasilkan karya yang berkualitas dan memiliki ciri khas daerah.Bupati juga berharap kreativitas tersebut terus dikembangkan dengan mengedepankan kedisiplinan, fokus, dan konsistensi dalam menghasilkan karya.

“Anak-anak perlu terus belajar, menjaga kedisiplinan, fokus, dan konsisten dalam menghasilkan karya. Jika semua itu dapat dipertahankan, kualitas hasil karya mereka tentu bisa terus ditingkatkan,” katanya.

Ia juga mengatakan hasil karya peserta dapat berkembang menjadi produk yang memiliki keunikan dan mencerminkan identitas daerah.

“Harapannya, karya-karya ini dapat menjadi ciri khas Kabupaten Nunukan dan menjadi buah tangan bagi setiap tamu yang berkunjung. Karena itu, dukungan dan dorongan dari pemerintah daerah sangat penting agar kreativitas generasi muda terus berkembang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Kalimantan Utara, Hj. Rahmawati, S.H., turut mengapresiasi kreativitas peserta. Menurutnya, perhatian dan dukungan kepala daerah terhadap hasil karya generasi muda dapat meningkatkan semangat mereka untuk terus berkarya

“Saya melihat hasil karya anak-anak ini luar biasa. Mereka tentu semakin bersemangat ketika hasil karyanya mendapat perhatian dan dipromosikan oleh kepala daerah, termasuk Bupati Nunukan,” ujarnya.

Sebelum upacara penutupan, Bupati Nunukan bersama Ketua Kwarda melakukan penanaman bibit jagung di lahan sekolah seluas kurang lebih setengah hektare.

Kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengenalkan potensi pertanian kepada generasi muda.

Melalui Kemah Bakti Pramuka 2026, diharapkan para peserta semakin disiplin, mandiri, kreatif, dan inovatif serta mampu mengembangkan potensi diri untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan kemajuan Kabupaten Nunukan.

SMP Negeri 1 Nunukan Gelar Simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana

Kaltaraterkini.co.id, NUNUKAN – Mewakili Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan Sirajudin secara resmi membuka kegiatan Simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMP Negeri 1 Nunukan, Rabu (21/10).

Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) merupakan program untuk membangun kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi bencana sehingga risiko terhadap peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana pendidikan dapat dikurangi.

Dengan demikian, simulasi SPAB di SMP Negeri 1 Nunukan menjadi langkah penting untuk membiasakan warga sekolah bertindak cepat, tenang, dan tepat ketika bencana terjadi.Dalam sambutan Bupati Nunukan yang disampaikan oleh Sirajudin, disampaikan bahwa bencana dapat terjadi kapan saja tanpa peringatan sehingga kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini, termasuk di lingkungan sekolah.

Oleh karena itu, simulasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk latihan nyata untuk meningkatkan kemampuan warga sekolah dalam menghadapi situasi darurat serta melindungi keselamatan jiwa.

Ia menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi seluruh peserta didik dan tenaga kependidikan. Sejalan dengan Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana, SMP Negeri 1 Nunukan diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lainnya di Kabupaten Nunukan dalam membangun budaya sadar bencana.

Untuk mewujudkan hal tersebut, sekolah perlu memiliki tim siaga bencana, jalur evakuasi yang jelas, titik kumpul yang aman, serta Standard Operating Procedure (SOP) yang dipahami oleh seluruh warga sekolah.

Ia juga menekankan pentingnya peran guru sebagai pelindung pertama bagi peserta didik ketika bencana terjadi. Guru dan tenaga kependidikan diharapkan mampu menjaga ketenangan, memberikan arahan yang tepat, serta memastikan proses evakuasi berlangsung dengan tertib dan aman.

Kepada para peserta didik, ia berpesan agar senantiasa memahami langkah-langkah penyelamatan diri. Saat terjadi gempa bumi, peserta didik diminta melindungi kepala, berlindung di bawah meja yang kokoh, dan mengikuti jalur evakuasi menuju titik kumpul setelah kondisi memungkinkan.

Ia juga mengajak para peserta didik untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama simulasi di lingkungan keluarga, termasuk menyusun rencana evakuasi bersama orang tua di rumah.

“Tangguh bukan berarti tidak takut. Tangguh adalah tetap bertindak dengan benar meskipun kita takut,” ucap Sirajudin.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Nunukan Rustiningsih, mengatakan bahwa pada tahun 2026, kesiapsiagaan bencana dan perubahan iklim menjadi salah satu indikator tambahan dalam Rapor Pendidikan yang turut memengaruhi penilaian setiap satuan pendidikan.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan simulasi tersebut merupakan tahap puncak dari rangkaian kegiatan yang sebelumnya diawali dengan sosialisasi selama tiga hari dan melibatkan sebanyak 853 siswa.

“Kegiatan ini merupakan tahapan puncak yang sebelumnya diawali dengan sosialisasi selama tiga hari. Dengan jumlah siswa sebanyak 853 orang, kami berharap kolaborasi antara instansi terkait dapat terus terjalin untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMP Negeri 1 Nunukan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap seluruh warga sekolah semakin memahami risiko bencana dan mampu melakukan tindakan penyelamatan secara tepat ketika menghadapi keadaan darurat.

Persentase Data Kemiskinan Nunukan 2026 Turun Sekitar 5,23 Persen

Kaltaraterkini.co.id, NUNUKAN –Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan merilis data terbaru mengenai profil kemiskinan Kabupaten Nunukan tahun 2026, Selasa (20/10/2026), bertempat di Kantor BPS Kabupaten Nunukan.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik Nomor 34/10/Th. IV tanggal 16 Oktober 2026, persentase penduduk miskin di Kabupaten Nunukan pada Maret 2026 tercatat sebesar 5,23 persen.

Angka ini turun 0,04 poin persentase dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 5,27 persen, serta turun 0,50 poin persentase dibandingkan Maret 2024 yang mencapai 5,73 persen.Meski persentase kemiskinan menurun, jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 tercatat sebanyak 11,99 ribu orang.

Jumlah ini meningkat 180 orang dibandingkan Maret 2025 yang sebanyak 11,81 ribu orang. Namun, jika dibandingkan dengan Maret 2024, jumlah penduduk miskin mengalami penurunan sebanyak 620 orang.

BPS juga mencatat garis kemiskinan Kabupaten Nunukan pada Maret 2026 sebesar Rp663.011 per kapita per bulan. Nilai ini meningkat dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp621.290 dan tahun 2024 sebesar Rp597.431 per kapita per bulan.Dalam penghitungan angka kemiskinan, BPS menggunakan pendekatan kebutuhan dasar yang mencakup kebutuhan makanan dan nonmakanan.

Penduduk dikategorikan miskin apabila rata-rata pengeluaran per kapita per bulan berada di bawah garis kemiskinan.Sementara itu, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun dari 1,26 pada 2025 menjadi 0,39 pada 2026.

Penurunan ini menunjukkan bahwa rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan semakin kecil.Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga mengalami penurunan dari 0,55 pada 2025 menjadi 0,08 pada 2026.

Angka tersebut menggambarkan semakin kecilnya ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.Dalam laporan tersebut, BPS turut menggambarkan perkembangan kemiskinan Kabupaten Nunukan selama periode 2016–2026 yang mengalami kenaikan dan penurunan.

Meski demikian, persentase kemiskinan pada 2026 sedikit lebih rendah dibandingkan 2016, yaitu dari 5,25 persen menjadi 5,23 persen.Sejumlah upaya yang berpotensi mendukung daya beli masyarakat antara lain kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Nunukan tahun 2026, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, serta Subsidi Ongkos Angkut (SOA) dan jembatan udara untuk menjaga akses dan ketersediaan bahan pokok, terutama di wilayah perbatasan dan pedalaman.

Data ini menjadi gambaran penting bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi kondisi kesejahteraan masyarakat. Langkah mengurangi angka kemiskinan perlu terus dioptimalkan melalui program yang tepat sasaran, peningkatan akses pelayanan dasar, serta pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedalaman dan perbatasan.

Dengan demikian, penurunan persentase kemiskinan perlu diikuti dengan upaya berkelanjutan agar jumlah penduduk miskin juga dapat berkurang dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Nunukan semakin meningkat.