Beranda blog Halaman 3

Syamsuri Firdaus Puji Kerukunan dan Toleransi Masyarakat Malinau

Kaltaraterkini.co.id, MALINAU – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara di Kabupaten Malinau mendapat apresiasi dari qari internasional Indonesia, Syamsuri Firdaus. Menurutnya, penyelenggaraan MTQ berlangsung meriah serta mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan toleransi masyarakat Malinau.

Syamsuri hadir sebagai qari tamu untuk melantunkan ayat suci Al-Qur’an pada malam pembukaan MTQ yang digelar di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, Senin (29/6/2026). Kehadirannya menjadi salah satu bagian dari rangkaian pembukaan yang berlangsung khidmat dan disambut antusias masyarakat.

Usai tampil, Syamsuri menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Malinau, panitia penyelenggara, dan seluruh masyarakat atas suksesnya pelaksanaan MTQ. Menurutnya, Malinau telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menyelenggarakan syiar Islam di tengah keberagaman masyarakat.

“Alhamdulillah, MTQ di sini sangat meriah. Yang luar biasa, Malinau dengan latar belakang masyarakat yang tidak mayoritas muslim mampu menggelar acara seperti ini dan menjadi tuan rumah yang sangat baik,” ujarnya.

Ia berharap penyelenggaraan MTQ menjadi momentum untuk melahirkan generasi Qurani yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama Kalimantan Utara di tingkat nasional maupun internasional.

“Mudah-mudahan ke depan lahir generasi-generasi terbaik, generasi Qurani yang ada di Kabupaten Malinau dan pada umumnya di Provinsi Kalimantan Utara, sehingga mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.

Kunjungan perdananya ke Kalimantan Utara juga meninggalkan kesan mendalam. Syamsuri mengaku merasakan sambutan yang hangat dari masyarakat serta melihat secara langsung kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

“Ini pertama kali saya ke Kalimantan Utara. Saya melihat kerukunannya luar biasa, toleransinya juga sangat luar biasa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Syamsuri mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan MTQ sebagai motivasi dalam memperdalam ilmu Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari lahirnya qari dan qariah berprestasi, tetapi juga dari tumbuhnya masyarakat yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Semoga MTQ ini menjadi motivasi bagi anak-anak untuk memperdalam ilmu agama, mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, serta menghidupkan lingkungan yang Qurani. Yang paling penting bukan hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan isi kandungannya,” pungkasnya.

Dari Hutan ke Meja Makan: Ibu-Ibu Pesisir Kaltara Sulap Buah Mangrove Jadi Sirup dan Sambal Bernilai Tinggi

Kaltaraterkini.co.id, TANJUNG SELOR — Kawasan hutan mangrove dan pesisir Kalimantan Utara (Kaltara) ternyata tidak hanya berfungsi sebagai benteng ekologi penahan abrasi. Di tangan kreatif kelompok perempuan (ibu-ibu) di wilayah kerja Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tarakan, komoditas pesisir ini disulap menjadi aneka produk pangan unik bernilai ekonomi tinggi.

Penyuluh KPH Tarakan, Ahmad Afif, menerangkan bahwa potensi buah dari vegetasi mangrove sangat melimpah dan bisa dimanfaatkan dengan optimal.

“Sejauh ini ada dua produk unggulan, yaitu sirup pelado dari jenis pohon Sonneratia dan sirup nipah yang terbuat dari buah nipah. Sonneratia itu bahasa Indonesianya pelado. Dahulu masyarakat memanfaatkan pelado ini hanya sebagai pengasam masakan ikan. Kemarin kami coba latih mereka untuk mengembangkannya menjadi sirup,” jelas Afif.

Kolaborasi Pasutri Pesisir: Bapak Melaut, Ibu Mengolah

Tidak hanya tanaman mangrove, kekayaan hasil laut Kaltara juga ikut dimaksimalkan melalui olahan tangan para ibu setempat. Mereka memproduksi aneka sambal udang kering, sambal petis, hingga sambal ikan asam.

Menariknya, aktivitas ini menciptakan ekosistem kerja sama yang harmonis di dalam rumah tangga warga pesisir.

“Kalau petis dan sambal-sambalan itu memang bahan bakunya murni dari hasil laut. Sistemnya begini, bapak-bapaknya pergi melaut, kemudian hasil tangkapannya sebagian diolah oleh ibu-ibu di rumah untuk dijadikan sambal atau petis,” terangnya.

Laris Manis di Pasar Regional

Meski belum menembus pameran tingkat nasional karena kendala teknis logistik, produk-produk lokal buatan ibu-ibu pesisir ini sudah memiliki pasar yang sangat menjanjikan di tingkat regional. Pemasarannya kini telah menjangkau area desa setempat, Kota Tarakan, Tanjung Selor, Kabupaten Tana Tidung, hingga menyeberang ke Kabupaten Berau di Kalimantan Timur.

Keberhasilan program pemberdayaan ekonomi ini tidak lepas dari kolaborasi multi-pihak. KPH Tarakan berperan aktif memfasilitasi kebutuhan kelompok, dengan dukungan penuh dari berbagai lembaga pembangunan seperti Nazcliim, Improsula, Improsiar, hingga Balai Perhutanan Sosial.

Lembaga-lembaga ini bersinergi memberikan pelatihan intensif serta bantuan pembangunan rumah produksi yang layak.

Payung Hukum Perhutanan Sosial

Secara administratif, program perhutanan sosial ini berada di bawah naungan KPH Tarakan. Lembaga ini mengelola tiga Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) yang telah mengantongi izin resmi dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yaitu LPHD Liago, LPHD Sekata Puji, dan LPHD Salim Batu.

Uniknya, meskipun secara geografis ketiga LPHD tersebut berlokasi di wilayah Kabupaten Bulungan, wilayah kerjanya secara struktural tetap berada di bawah binaan KPH Tarakan.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan ini, kemandirian ekonomi kelompok masyarakat pesisir diharapkan dapat terus melejit.

Program ini sekaligus menjadi contoh sukses (success story) bagaimana pengelolaan perhutanan sosial di Kalimantan Utara mampu menyelaraskan perlindungan alam dan kesejahteraan isi dapur masyarakat.

Benteng Hijau Kaltara: Kaltara dan Jerman Kolaborasi Selamatkan Mangrove dari Ancaman Abrasi

Kaltaraterkini.co.id, TANJUNG SELOR – Perlindungan ekosistem mangrove di Kalimantan Utara (Kaltara) kini menjadi prioritas utama pemerintah. Kerusakan kawasan pesisir ini tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian masyarakat yang menggantungkan hidup dari sumber daya alam laut.Komitmen penyelamatan ini diperkuat melalui pelaksanaan Kick-Off Meeting dan sosialisasi Forest Programme (FP) VI yang digelar pada Selasa (30/6/2026).

Program strategis ini difokuskan untuk mendukung perlindungan serta pengelolaan mangrove secara berkelanjutan di bumi Kaltara. Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kaltara, Taufik Hidayat, mengungkapkan bahwa Kaltara beruntung karena masih memiliki zonasi hutan dan mangrove yang sangat luas. Oleh karena itu, menjaga dan mempertanggungjawabkan kelestariannya adalah sebuah kewajiban.

Menurut Taufik, mangrove memiliki fungsi krusial sebagai habitat satwa, penjaga keseimbangan ekosistem, hingga pelindung pantai dari abrasi.

“Jika hutan dan mangrove tetap terjaga, manfaatnya bukan hanya untuk lingkungan, tetapi juga bisa dirasakan masyarakat dari sisi ekonomi,” ujar Taufik.

Ancaman Nyata Batas Negara dan Ekonomi

Taufik juga mengingatkan adanya ancaman nyata dari fenomena alam, seperti kenaikan permukaan air laut yang mengikis luas daratan. Berdasarkan koordinasi dengan pemerintah pusat dalam beberapa rapat di Jakarta, mangrove terbukti menjadi benteng pertahanan yang sangat efisien dalam menghalau gelombang.

Lebih jauh lagi, keberadaan mangrove ini menjaga keutuhan daratan yang secara langsung memengaruhi penentuan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Jika degradasi hutan dibiarkan, dampaknya akan sangat fatal bagi masyarakat dalam jangka panjang, mulai dari penurunan kualitas lingkungan hingga hilangnya potensi ekonomi pesisir.

Bergerak cepat atas potensi risiko tersebut, Pemerintah Provinsi Kaltara bersama Dinas Kehutanan dan sejumlah mitra berkomitmen memperkuat upaya pelestarian melalui berbagai program rehabilitasi.

Bulungan dan Tana Tidung Jadi Prioritas

Pada kesempatan yang sama, Direktur Rehabilitasi Mangrove, Nikolas Nugroho Surjobasuindro, menjelaskan bahwa program FP VI telah menetapkan Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung sebagai lokasi prioritas rehabilitasi.

Nikolas menegaskan bahwa penentuan lokasi ini dilakukan melalui pemetaan teknis yang matang oleh Kementerian Kehutanan, bukan dipilih secara acak. Seluruhnya mengacu pada Rencana Umum Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RURHL).

“Lokasi dipilih karena secara teknis memang masuk kawasan yang perlu direhabilitasi. Ini menjadi dasar agar pelaksanaan program dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Nikolas.

Meski saat ini fokus di dua kabupaten tersebut, Nikolas membuka peluang rehabilitasi bagi daerah lain di Kaltara ke depannya melalui berbagai skema pendanaan berbeda, selama memenuhi persyaratan teknis yang ketat.

Sebagai informasi, pendanaan program FP VI ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jerman. Kolaborasi internasional ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekosistem mangrove sekaligus memperkuat sistem pertahanan lingkungan pesisir di Kalimantan Utara.

MTQ X Kaltara di Malinau Banjir Apresiasi, Penampilan ICC Jadi Sorotan dan Tuai Pujian

Kaltaraterkini.co.id, MALINAU – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara di Kabupaten Malinau mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan. Mulai dari kesiapan penyelenggaraan, kemegahan seremoni pembukaan, hingga keterlibatan berbagai elemen masyarakat dinilai menjadi bukti keberhasilan Malinau sebagai tuan rumah ajang keagamaan terbesar di Kalimantan Utara tersebut.

MTQ yang dipusatkan di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Utara pada Senin (29/6/2026). Dalam sambutannya, gubernur secara langsung menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Malinau atas keseriusan dan komitmennya dalam mempersiapkan kegiatan tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Malinau telah menunjukkan kesiapan yang luar biasa. Dukungan anggaran dan persiapan yang matang membuat pelaksanaan MTQ berlangsung meriah, tertib, dan sukses,” ujar gubernur.

Pujian serupa juga datang dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Utara, H. Muhammad Saleh. Ia menilai kualitas penyelenggaraan MTQ di Malinau berada pada level yang sangat baik, bahkan mendekati standar pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat nasional.

Menurut Saleh, kesiapan sarana dan prasarana, tata kelola kegiatan yang rapi, serta tingginya antusiasme masyarakat menjadi faktor utama yang membuat pelaksanaan MTQ kali ini layak mendapat apresiasi. Ia menyebut Malinau berhasil menghadirkan atmosfer yang tidak kalah dengan event keagamaan berskala nasional.

Di tengah kemegahan acara pembukaan, perhatian publik juga tertuju pada penampilan Intimung Choral Community (ICC) yang menjadi salah satu pengisi acara utama malam tersebut. Grup paduan suara kebanggaan Malinau itu sukses memukau para tamu undangan, kafilah, dan masyarakat yang memadati lokasi pembukaan.

ICC membawakan sejumlah lagu, di antaranya Indonesia Raya, Mars Kalimantan Utara, Mars MTQ, hingga lagu religi Tombo Ati yang dipopulerkan Opick. Penampilan mereka yang penuh penghayatan menciptakan suasana khidmat sekaligus mengesankan.Sejumlah penonton mengaku merasakan suasana haru saat mendengarkan harmonisasi suara yang ditampilkan ICC.

Banyak di antara mereka memberikan tepuk tangan panjang sebagai bentuk apresiasi atas kualitas penampilan yang ditunjukkan kelompok paduan suara tersebut.Salah seorang penonton mengatakan bahwa penampilan ICC menjadi salah satu momen paling berkesan dalam pembukaan MTQ.

Menurutnya, perpaduan vokal yang kuat dan pembawaan yang penuh penghayatan membuat suasana semakin hidup dan menyentuh hati para hadirin.Lebih dari sekadar hiburan, keberhasilan ICC membawakan lagu-lagu bernuansa Islami juga menjadi simbol kuat keberagaman yang tumbuh dan terjaga di Kabupaten Malinau.

Meski para personelnya berasal dari latar belakang agama yang beragam dan mayoritas bukan Muslim, mereka mampu menampilkan karya terbaik dengan penuh penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan yang menjadi ruh pelaksanaan MTQ.

ICC sendiri merupakan grup paduan suara binaan Maylenty Wempi yang selama ini telah menorehkan berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Rekam jejak tersebut menjadi salah satu alasan mengapa ICC dipercaya tampil dalam pembukaan MTQ ke-X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara.Penampilan ICC pada malam pembukaan pun menjadi bukti bahwa seni dan budaya mampu menjadi jembatan persatuan.

Di tengah keberagaman yang ada, Malinau kembali menunjukkan wajah toleransi dan kerukunan yang selama ini menjadi identitas daerah, sekaligus memperkuat pesan bahwa perbedaan dapat dirajut menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan.

Bupati Tana Tidung Percepat Akreditasi RSUD Akhmad Berahim Menuju Tipe C

Kaltaraterkin.co.id, TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung mempercepat proses peningkatan status RSUD Akhmad Berahim dari rumah sakit Tipe D menjadi Tipe C melalui pemenuhan persyaratan akreditasi dan penguatan layanan kesehatan.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Bupati Tana Tidung di Ruang Rapat Bupati, Senin, 29 Juni 2026. Rapat dihadiri Sekretaris Daerah, Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Sekretaris Dinas Kesehatan beserta jajaran, serta Direktur RSUD Akhmad Berahim bersama jajaran.

Dalam rapat itu, Sekretaris Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Akhmad Berahim memaparkan perkembangan persiapan operasional PHTC serta tahapan akreditasi yang menjadi syarat peningkatan klasifikasi rumah sakit menjadi Tipe C.

Bupati meminta seluruh perangkat daerah yang terlibat segera mengidentifikasi seluruh persyaratan yang belum terpenuhi. Ia juga menginstruksikan penyusunan rencana aksi yang terukur, penetapan target waktu yang jelas, serta evaluasi berkala terhadap setiap perkembangan agar proses peningkatan status rumah sakit berjalan sesuai jadwal.

Menurut Bupati, akreditasi tidak boleh dipandang semata sebagai persiapan menghadapi survei, melainkan harus menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten dalam pelayanan sehari-hari.

“Seluruh standar pelayanan harus benar-benar diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari sehingga keselamatan pasien, kepuasan masyarakat, dan kualitas pelayanan menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan status RSUD Akhmad Berahim menjadi rumah sakit Tipe C akan memperluas layanan kesehatan yang dapat diberikan kepada masyarakat. Dengan bertambahnya layanan spesialistik, kebutuhan rujukan pasien ke daerah lain diharapkan dapat berkurang.Bupati optimistis target tersebut dapat dicapai apabila seluruh pemangku kepentingan menjaga komitmen dan memperkuat koordinasi.

“Dengan komitmen yang kuat, kerja sama yang solid, dan dukungan seluruh pihak, target peningkatan RSUD Akhmad Berahim menjadi rumah sakit Tipe C dapat kita wujudkan. Keberhasilan ini akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat karena semakin banyak pelayanan spesialistik yang dapat diberikan tanpa harus melakukan rujukan ke daerah lain,” katanya.

Ia mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah dan rumah sakit menjadikan proses akreditasi sebagai momentum untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Tana Tidung.

“Pelayanan kesehatan yang cepat, profesional, aman, dan bermutu harus menjadi tujuan utama yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.

Bupati Wempi Mawa Hadiri Malam Ta’aruf MTQ X Kaltara, Tekankan Pentingnya Membumikan Nilai Al-Qur’an

Kaltaraterkini.co.id, MALINAU – Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, SE., MH, menghadiri Malam Ta’aruf dan Pelantikan Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara yang berlangsung di Ruang Tebengang, Kantor Bupati Malinau, Minggu (28/6/2026) malam.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian penting menjelang pelaksanaan MTQ X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara yang tahun ini dipusatkan di Kabupaten Malinau. Acara dihadiri para kafilah, dewan hakim, ofisial, serta tamu undangan dari seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Utara.

Dalam sambutannya, Bupati Wempi Mawa menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dan tamu yang hadir di Bumi Intimung. Menurutnya, Kabupaten Malinau merasa bangga dan terhormat atas kepercayaan yang diberikan sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara.

“Momentum ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat persaudaraan antar daerah di Kalimantan Utara,” ujar Wempi.

Bupati menegaskan bahwa Malam Ta’aruf tidak sekadar menjadi seremoni pembuka. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan wadah untuk memperkokoh silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat.Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan pesan khusus kepada Dewan Hakim yang baru dilantik.

Ia berharap seluruh dewan hakim dapat menjalankan tugas dan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi objektivitas, profesionalisme, kejujuran, dan keadilan demi menjaga marwah serta kredibilitas MTQ. Sementara kepada para peserta, Wempi mengajak agar menjadikan MTQ sebagai sarana meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperdalam ilmu keagamaan, serta mempererat persaudaraan antar sesama.

Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Utara, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara, Forkopimda, panitia pelaksana, relawan, serta seluruh elemen masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan MTQ X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara di Kabupaten Malinau.

Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai religius yang diusung, pelaksanaan MTQ X Kaltara diharapkan tidak hanya melahirkan qari dan qariah terbaik, tetapi juga semakin memperkuat syiar Islam serta membangun persatuan masyarakat Kalimantan Utara.

Pemkab Malinau Sambut Kedatangan Peserta MTQ Ke-10 Kaltara

Kaltaraterkini.co.id, MALINAU — Arus kedatangan kafilah peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara mulai terlihat di Kabupaten Malinau, Ahad, 28 Juni 2026. Kota Tarakan menjadi daerah pertama yang mengirimkan rombongannya ke lokasi penyelenggaraan.

Tiga armada speedboat membawa rombongan Tarakan menuju Pelabuhan Speedboat Malinau. Saat proses penyambutan berlangsung, dua armada telah lebih dulu merapat.

“Peserta memang hari ini berdatangan semua. Yang sudah sampai di Malinau baru Kafilah Tarakan. Tadi ada tiga speed ke sini, dua speed sudah kita terima,” kata Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Malinau, Drs. H. Kamran Daik, M.Si., usai menyambut rombongan.

Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kabupaten Malinau hanya menanggung kebutuhan peserta selama berada di daerah itu, berupa pemondokan dan transportasi menuju arena perlombaan. Adapun biaya perjalanan dari daerah asal menuju Malinau tetap menjadi tanggung jawab masing-masing kabupaten dan kota peserta.

Menurut Kamran, kafilah Tarakan ditempatkan di dua lokasi penginapan, yakni River View dan Aco Borneo. Sementara itu, kafilah tuan rumah juga mulai memasuki penginapan sejak pukul 09.00 WITA.

Penempatan kafilah Malinau di hotel bukan tanpa alasan. Langkah itu dilakukan untuk mengatur distribusi kamar yang jumlahnya terbatas. Prioritas diberikan kepada tamu dari luar daerah agar kebutuhan akomodasi mereka dapat terpenuhi selama pelaksanaan MTQ.

“Kita prioritaskan tamu dari luar. Karena keterbatasan hotel di Malinau, ada juga tamu yang menginap di rumah keluarga,” ujar Kamran.

Kedatangan rombongan peserta lainnya dijadwalkan berlangsung bertahap sepanjang hari. Kafilah Kabupaten Nunukan diperkirakan tiba sekitar pukul 12.30 hingga 13.00 WITA. Adapun Kafilah Kabupaten Tana Tidung dijadwalkan berangkat setelah dilepas bupati dan diperkirakan tiba di Malinau pada malam hari.

Meski demikian, Kamran memastikan perwakilan Tana Tidung tetap mengikuti agenda pelantikan Dewan Hakim MTQ.Panitia juga menyiapkan kendaraan operasional untuk mengantar dan menjemput peserta dari lokasi penginapan menuju seluruh arena perlombaan. Kebutuhan armada cukup besar karena jumlah anggota setiap kafilah berbeda.

Kamran mengatakan beban panitia sedikit berkurang karena Kafilah Kabupaten Bulungan yang membawa lebih dari 100 orang memilih menggunakan kendaraan sendiri.

“Kami tetap memfasilitasi transportasi peserta. Syukurnya Bulungan membawa kendaraan sendiri, sehingga perhatian kami lebih fokus kepada kafilah Tarakan, Nunukan, dan Tana Tidung,” pungkasnya.

Bupati Syarwani Tekankan Percepatan Program 2026, Manfaat Pembangunan Harus Segera Dirasakan Masyarakat

Kaltaraterkini.co.id, BULUNGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus mendorong percepatan pelaksanaan program pembangunan agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Capaian dan Percepatan Program serta Kegiatan Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin langsung Bupati Bulungan, Syarwani, didampingi Sekretaris Daerah Risdianto, bersama seluruh kepala perangkat daerah, di Ruang Rapat BKAD Kabupaten Bulungan, Jumat (26/6).

Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi progres pelaksanaan program sekaligus menyusun langkah-langkah strategis guna memastikan seluruh target pembangunan dapat tercapai sesuai rencana.

Dalam arahannya, Bupati Syarwani menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan kegiatan di setiap perangkat daerah melalui langkah yang konkret, terukur, dan didukung koordinasi yang kuat antarinstansi. Menurutnya, pembangunan yang dijalankan pemerintah harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dalam waktu yang lebih cepat.

“Percepatan harus dilakukan dengan kerja sama seluruh pihak. Kita ingin seluruh program prioritas berjalan maksimal hingga akhir tahun sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan pembangunan dapat dirasakan secara merata,” tegasnya.

Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap berbagai proyek strategis daerah yang berhubungan langsung dengan peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa percepatan program tidak semata-mata bertujuan meningkatkan serapan anggaran, tetapi lebih dari itu, memastikan hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Bulungan.

Selain itu, seluruh perangkat daerah diminta untuk mampu mengantisipasi berbagai tantangan yang berpotensi menghambat pelaksanaan program, termasuk fluktuasi dan kenaikan harga yang dapat memengaruhi jalannya kegiatan.

Oleh Karena itu, perencanaan yang matang, pengawasan yang optimal, serta sinergi lintas perangkat daerah menjadi kunci keberhasilan pencapaian target pembangunan.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemkab Bulungan kembali menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh program pembangunan Tahun Anggaran 2026 agar terlaksana tepat waktu, tepat sasaran, dan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemkab Tana Tidung Optimalkan Penataan Drainase dan Normalisasi Kanal Demi Infrastruktur Jalan yang Lebih Andal

Kaltaraterkini.co.id, TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur daerah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penataan drainase serta normalisasi kanal di sepanjang koridor jalan kabupaten yang menghubungkan antarwilayah di Kecamatan Muruk Rian hingga akses menuju kabupaten tetangga, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah berkelanjutan pemerintah daerah dalam menjaga fungsi infrastruktur jalan agar tetap optimal, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa yang menjadi penggerak aktivitas ekonomi di wilayah Kabupaten Tana Tidung.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tana Tidung, Riko Ardianto, mengatakan bahwa perbaikan sistem drainase dilakukan untuk memastikan aliran air dapat mengalir dengan baik sehingga tidak menggenangi badan jalan. Menurutnya, sistem drainase yang berfungsi optimal menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kondisi konstruksi jalan agar tetap awet dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Melalui penataan drainase dan normalisasi kanal ini, kami berharap sistem pengaliran air menjadi lebih tertata sehingga permukaan jalan tetap terpelihara. Dengan demikian, risiko genangan maupun kerusakan infrastruktur jalan dapat ditekan,” ujar Riko.

Ia menjelaskan, normalisasi kanal tidak hanya berfungsi memperlancar aliran air, tetapi juga mengurangi dampak erosi dan kerusakan pada badan jalan yang sering terjadi akibat meluapnya air saat curah hujan tinggi. Langkah tersebut diharapkan mampu memperpanjang umur layanan infrastruktur jalan sekaligus mengurangi kebutuhan pemeliharaan dalam jangka panjang.

Selain meningkatkan ketahanan infrastruktur, penataan drainase juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dalam menciptakan jaringan transportasi yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat. Infrastruktur jalan yang terpelihara dengan baik diyakini akan memperlancar konektivitas antarwilayah, mendukung aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat, serta membuka akses yang lebih baik menuju pusat-pusat pelayanan dan kawasan produktif.

Dinas PUPR Kabupaten Tana Tidung akan terus melakukan pemantauan dan pemeliharaan secara berkala terhadap saluran drainase maupun kanal di sejumlah ruas jalan kabupaten. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan infrastruktur yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tana Tidung.