Kaltaraterkini.co.id, TANJUNG SELOR – Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memastikan seluruh bantuan kepada penghuni panti lansia dan panti disabilitas di Kaltara telah terealisasi 100 persen sepanjang tahun 2025.
Saat dikonfirmasi Penyuluh Sosial Ahli Muda dan Anak, Dinsos Kaltara, Shaqinah Rahimah, mengatakan dari hasil pendataan, jumlah lansia yang tinggal di panti swasta binaan Dinsos tercatat hanya lima orang. Dimana semua tersebar di Panti Almarhamah Kota Tarakan sebanyak tiga orang, serta panti lansia di Malinau sebanyak dua orang.
“Untuk lansia di Kaltara ini hanya ada dua panti. Yang kami tangani adalah panti swasta, dan seluruh bantuannya sudah 100 persen tersalurkan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bentuk bantuan yang diberikan berbeda-beda, sesuai kebutuhan panti. Di Tarakan, bantuan difokuskan pada kebutuhan permakanan dan sandang bagi penghuni panti.Di Malinau bantuan diarahkan pada sarana-prasarana, termasuk pengadaan WC duduk khusus lansia sebagai bentuk dukungan terhadap keterbatasan fisik penghuni Panti satu-satunya Panti Disabilitas di Kaltara dibantu hingga 20 anak selain lansia, Pemprov Kaltara juga mengalokasikan bantuan bagi penyandang disabilitas yang berada di Panti Karyamurni, Jelarai, satu-satunya panti disabilitas di provinsi ini.
“Jumlah penerima bantuan meningkat signifikan, sebelumnya hanya 8–9 anak, pada perubahan anggaran 2025 bertambah menjadi hampir 20 anak.Bantuannya meliputi permakanan serta sandang bagi kebutuhan sekolah, menyesuaikan kebutuhan penghuni yang sebagian besar merupakan anak-anak,”jelasnya
Menghadapi tahun anggaran 2026, Dinas Sosial Kaltara menegaskan komitmen memperluas jangkauan penerima bantuan.
“Harapan kami, tahun 2026 bantuan bisa meningkat. Tidak hanya untuk lansia dan disabilitas tetapi juga anak terlantar dan kelompok rentan lainnya. Selama mereka layak menerima, kami siap memperkuat fasilitasi,” pungkasnya.
