Pastikan persiapan festival Tari Pesisir terus berjalan. Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali datang meninjau langsung, dalan tinjauannya iamengamati satu per satu detail teknis kualitas sound system, kekuatan panggung, hingga komposisi stand pedagang.
“Persiapan sudah sekitar 70 persen. Tinggal finishing saja dan kita juga semakin optimis kalau festival kali ini akan berjalan lancar,” ujarnya.
Panitia mencatat angka yang cukup fantastis untuk sebuah festival tingkat provinsi. Tahun ini, sebanyak 88 grup tari akan tampil memeriahkan kompetisi. Dengan kategori live yang bisa mencapai 8-16 orang jumlah total peserta diperkirakan tembus hampir 1.100 penari.
“Peserta datang dari seluruh penjuru Kaltara, Nunukan, Tarakan, Bulungan, Malinau, dan Tana Tidung sendiri. Ini luar biasa. Artinya minat dan apresiasi terhadap festival ini semakin besar,” imbuhnya.
Deretan kendaraan peserta sudah mulai terlihat memasuki Tana Tidung. Beberapa grup tampak melakukan latihan ringan di area sekitar, memadukan hentakan kaki dan gerakan tangan yang menggambarkan identitas budaya masing-masing. Pakaian berwarna cerah, motif batik Tidung dan Manik-manik khas Dayak, mulai menghiasi ruang publik.
Ia menejlaskan Festival ini lahir dari identitas budaya Tana Tidung yang unik—lahir dari dua poros utama: Tidung (pesisir) dan Dayak (Pedalaman). Dua budaya besar yang bertemu, tumbuh, dan kemudian memberi warna khas bagi kehidupan masyarakat.
Tidak hanya seni yang digelorakan, tetapi juga ekonomi kerakyatan. Tahun ini, pemerintah menyediakan 99 tenda UMKM yang dibagikan secara gratis kepada para pelaku usaha lokal. Mulai dari pedagang kuliner, kerajinan tangan, pakaian tradisional, hingga produk kreatif khas Kaltara.
“Tadi saya cek semuanya. Stand UMKM sudah berdiri rapi. Semua kita gratiskan agar UMKM bisa mendapatkan ruang yang layak. Selain itu, pasar malam juga kita siapkan. Kita ingin perputaran ekonomi benar-benar hidup,” jelasnya.
Ibrahim Ali berharap festival ini menjadi simbol bahwa budaya dan ekonomi dapat berjalan beriringan. Seni tari dapat mengangkat identitas daerah, sementara pergerakan masyarakat dan UMKM diharapkan mampu mendongkrak ekonomi lokal.
“Kita ingin acara ini meriah, bermanfaat, dan tentu membawa dampak ekonomi bagi masyarakat Tana Tidung. Ini ruang bagi UMKM kita untuk naik kelas,” tutupnya.
