Harga Sawit Anjlok, Ketua Fraksi PKS DPRD Kaltara Desak Pengawasan Tata Niaga

0
24

Kaltaraterkini.co.id, NUNUKAN – Penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Utara (Kaltara) mulai memicu kekhawatiran. Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kaltara, Ladullah, memperingatkan bahwa kondisi ini mulai menekan perekonomian masyarakat, khususnya di daerah penghasil sawit utama seperti Kabupaten Nunukan, Malinau, hingga Tana Tidung.

Ladullah menegaskan bahwa komoditas sawit masih menjadi urat nadi penghasilan utama bagi mayoritas warga, mulai dari petani mandiri hingga pekerja perkebunan

.”Kalau harga sawit turun, otomatis pendapatan masyarakat langsung anjlok. Daya beli warga ikut melemah karena roda ekonomi daerah di sini masih sangat bergantung pada sektor perkebunan,” ujar Ladullah, Jumat (29/5/2026).

Efek Domino ke Sektor Usaha Kecil

Legislator asal daerah pemilihan (dapil) Nunukan ini menjelaskan bahwa fluktuasi harga sawit memicu efek domino yang luas. Dampaknya tidak hanya memukul kantong petani, tetapi juga membuat omzet usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta aktivitas pasar tradisional ikut lesu.

Menurutnya, saat harga sawit stabil di angka yang baik, perputaran uang di tingkat bawah akan bergerak cepat. Sebaliknya, ketika harga jatuh, dompet warga mengetat dan roda ekonomi daerah langsung melambat.

Desak Pemda Perketat Pengawasan

Merespons situasi ini, Ladullah mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait tidak tinggal diam. Ia meminta adanya langkah konkret untuk melindungi para petani dari permainan harga yang merugikan.

“Pemerintah daerah bersama instansi terkait harus memperkuat pengawasan terhadap tata niaga sawit. Ini penting agar harga yang diterima petani di lapangan tetap sesuai regulasi dan tidak merugikan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap kebijakan pemerintah ke depan dan dinamika pasar global bisa segera mendongkrak kembali harga sawit demi menjaga kesejahteraan warga Kaltara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!