Kaltaraterkini.co.id, TANA TIDUNG – Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan oleh atlet sumpit asal Kabupaten Tana Tidung (KTT). Dalam ajang perlombaan olahraga tradisional Sumpit Dayak yang digelar untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-80, kontingen KTT sukses mencuri perhatian di Mako Brimob Yon A Pelopor, Tanjung Selor, yang berlangsung pada Sabtu hingga Minggu (20–21 Juni 2026).
Salah satu capaian paling gemilang diraih oleh Dorkas, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab KTT. Ia sukses merebut gelar Juara 1 di Kelas Putri. Bagi Dorkas, olahraga sumpit bukan sekadar kompetisi, melainkan wujud nyata kecintaannya dalam melestarikan budaya leluhur.
Di tengah kesibukannya sebagai abdi negara, ia kerap mengikuti berbagai ajang di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) tanpa pernah mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai ASN.
Dorkas menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari komitmen, latihan konsisten, dan kerja keras para pegiat olahraga masyarakat. Ia menilai momentum juara ini sangat penting untuk memperkuat pembinaan atlet dan memperluas partisipasi generasi muda di masa depan.
Namun, di balik cerita sukses ini, ada perjuangan menyentuh.Dorkas bersama atlet sumpit KTT lainnya terpaksa berangkat ke Ibu Kota Provinsi secara mandiri menggunakan biaya sendiri. Atas dasar itulah, ia menaruh harapan besar agar Pemerintah Daerah (Pemda) KTT memberikan dukungan nyata di masa mendatang.
“Capaian ini jadi penyemangat bagi kami. Kami akan terus berupaya mempertahankan dan meningkatkan prestasi ini. Target kami tidak hanya di wilayah Kaltara, tapi juga bisa membawa nama daerah ke tingkat nasional kelak,” ungkap Dorkas dengan penuh optimisme.
Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memfasilitasi olahraga tradisional ini, mulai dari penyelenggaraan kompetisi berkala hingga penyediaan sarana latihan.
“Rutin menggelar kejuaraan akan menjaga semangat para atlet. Selain itu, bantuan peralatan sangat kami butuhkan agar para pegiat bisa berlatih secara maksimal,” tambahnya.
Lebih dari sekadar mengejar medali, Dorkas menilai olahraga menyumpit berkontribusi besar dalam membangun kualitas hidup masyarakat, mempererat kebersamaan sosial, sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Tana Tidung.
“Yang utama adalah bagaimana menyumpit ini bisa menjadi budaya hidup masyarakat. Semoga makin banyak warga Kaltara, khususnya di KTT, yang mencintai olahraga ini, baik untuk mengejar prestasi maupun mempertahankan warisan leluhur,” pungkasnya.
Lewat kemenangan manis ini, Kabupaten Tana Tidung sukses memposisikan diri sebagai kekuatan baru yang sangat diperhitungkan oleh kabupaten lain di wilayah Kaltara. Kini, sinergi antara pemerintah dan komunitas sangat dinantikan untuk membangun budaya olahraga tradisional yang inklusif, menyenangkan, dan membanggakan.
