Kaltaraterkini.co.id, MALINAU — Arus kedatangan kafilah peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara mulai terlihat di Kabupaten Malinau, Ahad, 28 Juni 2026. Kota Tarakan menjadi daerah pertama yang mengirimkan rombongannya ke lokasi penyelenggaraan.
Tiga armada speedboat membawa rombongan Tarakan menuju Pelabuhan Speedboat Malinau. Saat proses penyambutan berlangsung, dua armada telah lebih dulu merapat.
“Peserta memang hari ini berdatangan semua. Yang sudah sampai di Malinau baru Kafilah Tarakan. Tadi ada tiga speed ke sini, dua speed sudah kita terima,” kata Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Malinau, Drs. H. Kamran Daik, M.Si., usai menyambut rombongan.
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kabupaten Malinau hanya menanggung kebutuhan peserta selama berada di daerah itu, berupa pemondokan dan transportasi menuju arena perlombaan. Adapun biaya perjalanan dari daerah asal menuju Malinau tetap menjadi tanggung jawab masing-masing kabupaten dan kota peserta.
Menurut Kamran, kafilah Tarakan ditempatkan di dua lokasi penginapan, yakni River View dan Aco Borneo. Sementara itu, kafilah tuan rumah juga mulai memasuki penginapan sejak pukul 09.00 WITA.
Penempatan kafilah Malinau di hotel bukan tanpa alasan. Langkah itu dilakukan untuk mengatur distribusi kamar yang jumlahnya terbatas. Prioritas diberikan kepada tamu dari luar daerah agar kebutuhan akomodasi mereka dapat terpenuhi selama pelaksanaan MTQ.
“Kita prioritaskan tamu dari luar. Karena keterbatasan hotel di Malinau, ada juga tamu yang menginap di rumah keluarga,” ujar Kamran.
Kedatangan rombongan peserta lainnya dijadwalkan berlangsung bertahap sepanjang hari. Kafilah Kabupaten Nunukan diperkirakan tiba sekitar pukul 12.30 hingga 13.00 WITA. Adapun Kafilah Kabupaten Tana Tidung dijadwalkan berangkat setelah dilepas bupati dan diperkirakan tiba di Malinau pada malam hari.
Meski demikian, Kamran memastikan perwakilan Tana Tidung tetap mengikuti agenda pelantikan Dewan Hakim MTQ.Panitia juga menyiapkan kendaraan operasional untuk mengantar dan menjemput peserta dari lokasi penginapan menuju seluruh arena perlombaan. Kebutuhan armada cukup besar karena jumlah anggota setiap kafilah berbeda.
Kamran mengatakan beban panitia sedikit berkurang karena Kafilah Kabupaten Bulungan yang membawa lebih dari 100 orang memilih menggunakan kendaraan sendiri.
“Kami tetap memfasilitasi transportasi peserta. Syukurnya Bulungan membawa kendaraan sendiri, sehingga perhatian kami lebih fokus kepada kafilah Tarakan, Nunukan, dan Tana Tidung,” pungkasnya.
