Perkuat Pangan di Beranda Negara, Bupati Nunukan Serahkan Bantuan Alsintan untuk Petani Sebatik

0
176

Kaltaraterkini.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan terus bergerak cepat dalam memperkuat sektor pertanian demi mewujudkan ketahanan pangan daerah sekaligus menyukseskan program swasembada pangan nasional. Langkah nyata ini dibuktikan dengan penyaluran bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) untuk kelompok tani di wilayah perbatasan, Pulau Sebatik.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, SE, di Kampung Enrekang, Desa Binalawan, Kecamatan Sebatik Barat, Senin (8/6/2026).

Acara penyerahan ini dihadiri oleh jajaran Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Plh. Sekretaris Daerah, para kepala OPD, Camat se-Pulau Sebatik, unsur TNI, kepala desa, tokoh masyarakat, hingga perwakilan kelompok tani penerima manfaat.

Rincian Bantuan dan Penerima

Sebanyak 8 unit hand tractor yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nunukan TA 2026 disalurkan kepada dua kelompok tani di Pulau Sebatik, dengan rincian:

*Gapoktan Bina Bersama (Desa Binalawan, Kecamatan Sebatik Barat): Menerima 7 unit hand tractor.

*Kelompok Tani Gaya Bakti (Desa Bukit Aru Indah, Kecamatan Sebatik Timur): Menerima 1 unit hand tractor.

Bupati Tegaskan: Rawat Baik-Baik dan Jangan Dimonopoli!

Dalam arahannya, Bupati Irwan Sabri memberikan pesan kuat kepada para petani penerima manfaat. Ia menegaskan agar Alsintan ini dikelola bersama dan tidak dikuasai oleh perorangan atau pihak tertentu saja.

“Jangan sampai alat ini dikuasai atau dimonopoli. Jika ada tetangga atau kelompok tani lain yang memerlukan, silakan dipinjamkan agar manfaatnya dirasakan lebih luas. Selain itu, rawatlah dengan baik agar tetap awet,” tegas Bupati Irwan.

Ia berharap modernisasi alat pertanian ini mampu meringankan beban kerja petani, mempercepat pengolahan lahan, dan mendongkrak hasil produksi di wilayah perbatasan.

“Kami berharap bantuan ini memberikan dampak nyata bagi peningkatan hasil panen dan kesejahteraan seluruh petani di Pulau Sebatik,” tambahnya.

Urgensi Mekanisasi di Beranda Depan Negara

Langkah Pemkab Nunukan melakukan mekanisasi pertanian di Pulau Sebatik memiliki dimensi strategis yang melampaui isu pangan lokal. Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia, ketahanan pangan Sebatik adalah pilar penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kedaulatan wilayah.

Selama ini, ketergantungan komoditas pokok terhadap negara tetangga masih menjadi tantangan klasik.Kehadiran hand tractor dari APBD 2026 ini menjadi stimulus penting untuk mengubah pola bertani dari tradisional menjadi modern. Waktu pengolahan lahan kini bisa dipangkas secara signifikan, yang otomatis akan meningkatkan frekuensi masa tanam per tahun (indeks pertanaman).

Namun, tantangan terbesar kini ada pada manajemen pasca-bantuan. Ketegasan Bupati agar alat tidak dimonopoli adalah poin krusial. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada efektivitas pengawasan Dinas Pertanian setempat untuk memastikan pembagian kerja alat yang adil, serta tersedianya akses suku cadang dan pelatihan perawatan bagi para petani di lapangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!