Syamsuri Firdaus Puji Kerukunan dan Toleransi Masyarakat Malinau

0
161

Kaltaraterkini.co.id, MALINAU – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara di Kabupaten Malinau mendapat apresiasi dari qari internasional Indonesia, Syamsuri Firdaus. Menurutnya, penyelenggaraan MTQ berlangsung meriah serta mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan toleransi masyarakat Malinau.

Syamsuri hadir sebagai qari tamu untuk melantunkan ayat suci Al-Qur’an pada malam pembukaan MTQ yang digelar di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, Senin (29/6/2026). Kehadirannya menjadi salah satu bagian dari rangkaian pembukaan yang berlangsung khidmat dan disambut antusias masyarakat.

Usai tampil, Syamsuri menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Malinau, panitia penyelenggara, dan seluruh masyarakat atas suksesnya pelaksanaan MTQ. Menurutnya, Malinau telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menyelenggarakan syiar Islam di tengah keberagaman masyarakat.

“Alhamdulillah, MTQ di sini sangat meriah. Yang luar biasa, Malinau dengan latar belakang masyarakat yang tidak mayoritas muslim mampu menggelar acara seperti ini dan menjadi tuan rumah yang sangat baik,” ujarnya.

Ia berharap penyelenggaraan MTQ menjadi momentum untuk melahirkan generasi Qurani yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama Kalimantan Utara di tingkat nasional maupun internasional.

“Mudah-mudahan ke depan lahir generasi-generasi terbaik, generasi Qurani yang ada di Kabupaten Malinau dan pada umumnya di Provinsi Kalimantan Utara, sehingga mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.

Kunjungan perdananya ke Kalimantan Utara juga meninggalkan kesan mendalam. Syamsuri mengaku merasakan sambutan yang hangat dari masyarakat serta melihat secara langsung kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

“Ini pertama kali saya ke Kalimantan Utara. Saya melihat kerukunannya luar biasa, toleransinya juga sangat luar biasa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Syamsuri mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan MTQ sebagai motivasi dalam memperdalam ilmu Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari lahirnya qari dan qariah berprestasi, tetapi juga dari tumbuhnya masyarakat yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Semoga MTQ ini menjadi motivasi bagi anak-anak untuk memperdalam ilmu agama, mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, serta menghidupkan lingkungan yang Qurani. Yang paling penting bukan hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan isi kandungannya,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!