Kaltaraterkini.co.id, TANJUNG SELOR – Keberhasilan Kabupaten Tana Tidung dalam membangun budaya membaca kini menjadi sorotan nasional. Bunda Literasi Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, diundang khusus oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menjadi narasumber dalam Gelar Wicara bertajuk “Belajar dari Sesama: Praktik Baik Penguatan Literasi” pada Senin (25/5/2026).
Acara bergengsi ini merupakan bagian dari program INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia), sebuah kemitraan strategis antara Pemerintah Indonesia dan Australia untuk mendongkrak mutu pendidikan dasar.
Nakhoda di Balik 32 Taman Bacaan
Nama Vamelia Ibrahim dikenal luas berkat aksi nyatanya mendirikan 32 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang tersebar di seluruh pelosok Tana Tidung. Konsistensi inilah yang membuat NTT terpikat untuk mengadopsi strateginya demi memperkuat ekosistem pendidikan di wilayah mereka.”
Alhamdulillah, hari ini saya berbagi praktik baik dari Tana Tidung. Fokusnya pada pendirian taman bacaan serta strategi penganggaran agar gerakan literasi dan perbukuan ini tetap hidup dan berkelanjutan,” ujar Vamelia.
Menurut Vamelia, mendekatkan buku kepada anak-anak sejak dini adalah kunci utama. Namun, ia menegaskan bahwa ruang baca saja tidak cukup tanpa adanya sistem pendukung yang kuat.
Rahasia Keberlanjutan: Komitmen Anggaran
Satu hal yang membedakan Tana Tidung adalah komitmen pemerintah daerahnya. Program literasi di sana tidak berjalan musiman karena didukung oleh penganggaran yang konsisten. Hal ini memastikan seluruh TBM tetap aktif dan terus mendapat pasokan buku berkualitas.
Forum Nasional ini juga dihadiri oleh ratusan tokoh pendidikan, akademisi, pegiat literasi, dan kepala daerah dari berbagai provinsi. Mereka berkumpul untuk saling contek strategi terbaik demi memajukan literasi di daerah masing-masing.
Vamelia berharap, model bergerak yang diterapkan di Tana Tidung bisa memicu semangat daerah lain untuk melakukan hal serupa.
“Literasi bukan hanya tentang membaca buku. Ini tentang bagaimana kita membangun kebiasaan belajar, berpikir kritis, dan membuka wawasan masyarakat untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.






