Beranda blog Halaman 25

DKISP Kaltara Bekali Pelajar Tarakan Literasi Digital untuk Cegah Hoaks dan Ancaman Siber

Kaltaraterkini.co.id, KOTA TARAKAN – Di tengah derasnya arus informasi di era digital, pelajar dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga cerdas dalam menyaring apa yang mereka lihat dan bagikan.

Hal inilah yang menjadi perhatian Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KISP) Kalimantan Utara (Kaltara) saat menggelar Sosialisasi Literasi Digital di Tarakan. Bertempat di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tarakan, Jumat (24/4).

Ratusan pelajar SMA dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengikuti kegiatan yang dirancang untuk memperkuat kemampuan mereka menghadapi dunia maya yang penuh tantangan. Kepala DKISP Kaltara, Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa literasi digital saat ini menjadi kebutuhan dasar bagi pelajar di era teknologi.

“Literasi digital bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Pelajar harus mampu menggunakan teknologi dengan bijak,” ujarnya.

Iskandar mengingatkan berbagai ancaman di ruang digital, mulai dari hoaks, perundungan siber, judi online, hingga risiko kebocoran data pribadi. Menurutnya, kemampuan digital tidak hanya sebatas mengoperasikan perangkat, tetapi juga memahami cara menggunakan internet secara bertanggung jawab.

“Pintar digital bukan hanya soal memakai gadget, tapi bagaimana menyaring informasi, menjaga etika, dan memanfaatkan internet untuk hal positif,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sosialisasi ini difokuskan pada empat pilar utama literasi digital, yaitu kecakapan menggunakan teknologi, pemahaman nilai kebangsaan, etika berkomunikasi di dunia maya serta perlindungan data pribadi. Melalui kegiatan ini, pelajar diharapkan tidak hanya menjadi pengguna internet, tetapi juga mampu menghasilkan konten positif dan bermanfaat.

“Kami ingin pelajar tidak mudah terpengaruh, tapi bisa menjadi kreator konten yang menginspirasi,” tambahnya.

Kegiatan bertema “Gen Z Cerdas Digital: Bijak Bermedia, Aman Berinternet, Produktif Berkarya” ini juga akan dilaksanakan di kabupaten lain di Kaltara sebagai bagian dari upaya pemerataan literasi digital. (dkisp)

Ketua TP-PKK Kaltara Buka Pembinaan Dasawisma, Perkuat Peran Kader Hingga Tingkat Kelurahan

Kaltaraterkini.co.id, NUNUKAN – Penguatan peran kader Dasawisma menjadi fokus utama dalam kegiatan Pembinaan Dasawisma Tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang resmi dibuka di Nunukan Selatan.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kaltara, Hj. Rahmawati Zainal, S.H., membuka kegiatan tersebut di Kantor Kelurahan Tanjung Harapan, Kabupaten Nunukan, Jumat (24/4).

Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat organisasi PKK mulai dari tingkat provinsi hingga kelurahan, khususnya melalui peran kelompok Dasawisma sebagai ujung tombak di masyarakat. Dalam sambutannya, Rahmawati menegaskan bahwa keberhasilan program kesejahteraan keluarga sangat bergantung pada efektivitas Dasawisma.

“Dasawisma adalah ujung tombak PKK karena langsung berhubungan dengan keluarga. Perannya sangat menentukan keberhasilan program,” kata Rahmawati.

Ia menjelaskan, pembinaan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas kader, terutama dalam hal pendataan keluarga dan pengelolaan administrasi. Rahmawati berharap para kader mampu menyajikan data yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan.

“Kader harus mampu melakukan pendataan yang baik dan mengelola administrasi dengan benar agar program berjalan tepat sasaran,” tambahnya.

Selain itu, ia menekankan bahwa Dasawisma tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai penggerak solidaritas sosial di masyarakat.

Menurutnya, kegiatan pembinaan ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen dan menyamakan langkah dalam menjalankan program PKK.

“Pembinaan ini bukan sekadar formalitas, tapi untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan peran dalam membangun keluarga sejahtera,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Rahmawati mengajak seluruh kader PKK untuk terus berinovasi dan bersinergi dalam menjalankan program, tanpa meninggalkan semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Mari jadikan setiap kegiatan PKK sebagai gerakan nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tutupnya. (dkisp)

Dorong Zero Stunting, Rahmawati Zainal Tekankan Peran Aktif Posyandu di Nunukan Selatan

Kaltaraterkini.co.id, NUNUKAN – Upaya percepatan penurunan stunting terus diperkuat di Kalimantan Utara (Kaltara), dengan target ambisius mencapai zero stunting di wilayah Nunukan Selatan melalui optimalisasi peran Posyandu.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kaltara sekaligus Ketua Pembina Posyandu Kaltara, Hj. Rahmawati Zainal, S.H., didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Nunukan, Andi Annisa Muthia Irwan, S.E., melakukan kunjungan kerja pembinaan di Posyandu Free Lancang, Kecamatan Nunukan Selatan, Jumat (24/4).

Dalam arahannya, Rahmawati menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia menargetkan dua anak yang terindikasi stunting di wilayah tersebut dapat terbebas dari stunting dalam waktu dekat.

“Kami titipkan kepada camat dan masyarakat, agar bulan depan dua anak ini bisa menjadi zero. Kuncinya rajin datang ke Posyandu,” ujarnya.

Rahmawati menjelaskan bahwa penyebab utama stunting di Kaltara bukan karena kekurangan pangan, melainkan kurangnya pemahaman tentang pola asuh dan pemberian gizi yang tepat.

“Banyak orang tua yang belum memahami pentingnya asupan bergizi bagi anak, bahkan masih memberikan makanan ringan yang tidak sesuai kebutuhan nutrisi. Inilah yang memicu stunting, padahal disini berlimpah ikan dan ayam,” katanya.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk mengubah pandangan tentang Posyandu. Rahmawati menegaskan bahwa Posyandu merupakan pusat layanan kesehatan dan edukasi yang sudah dilengkapi fasilitas modern.

“Posyandu bukan hanya tempat berobat, tapi tempat mendapatkan informasi kesehatan bagi ibu hamil dan balita. Sekarang bahkan sudah ada layanan USG 4 dimensi,” jelasnya.

Rahmawati turut mengapresiasi capaian Provinsi Kaltara yang berhasil menempati peringkat kedua nasional dalam penurunan prevalensi stunting. Ia optimistis, dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, target zero stunting di Nunukan Selatan dapat segera terwujud.

Sebagai penutup, Rahmawati menyerahkan bantuan makanan tambahan kepada 35 ibu hamil serta bantuan khusus bagi dua anak yang terindikasi stunting. (dkisp)

Resmikan GKII Pejalin, Wagub Ajak Jemaat Hidupkan Nilai Kasih dan Kebersamaan

Kaltaraterkini.co.id, BULUNGAN – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., meresmikan gedung baru Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Pejalin di Bukit Hormon, Desa Pejalin, Tanjung Palas, Jumat (24/4).

Peresmian yang dirangkaikan dengan Perayaan Paskah Seksi Pelayanan Perempuan Sentral VI GKII Daerah Kayan Hilir ini menjadi momentum memperkuat nilai spiritual serta kebersamaan jemaat dalam kehidupan bermasyarakat.

Wagub Ingkong menyampaikan bahwa kemegahan gedung gereja merupakan hasil dari kesetiaan, kerja keras dan persatuan jemaat yang patut diapresiasi. Ia mengingatkan jemaat GKII agar gereja tidak hanya dirawat secara fisik, tetapi juga dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan masyarakat.

“Jadikan gereja ini sebagai pusat pekabaran Injil, pendidikan, pemberdayaan, dan perdamaian. Bukalah pintunya untuk kegiatan sosial masyarakat,” kata Ingkong.

Bertepatan dengan perayaan Paskah, Ingkong juga memberikan apresiasi kepada kaum perempuan GKII yang dinilainya memiliki peran penting dalam kehidupan sosial. Ia menyebut perempuan sebagai sosok yang membawa nilai kasih dan perubahan positif di tengah masyarakat.

“Paskah mengajarkan tentang kasih dan pengorbanan. Semangat ini harus terus kita jaga untuk membangun daerah yang rukun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ingkong menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dalam menjamin kebebasan beragama sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan prasasti dan pemberian ucapan selamat kepada jemaat GKII Pejalin atas peresmian gedung baru tersebut. (dkisp)

Ukur Kemampuan, Sekprov Uji Gagasan dan Kinerja Pejabat

Kaltaraterkini.co.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melaksanakan tahapan wawancara dalam Uji Kompetensi dan Evaluasi Kinerja Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tahun 2026 untuk memastikan kesesuaian antara kinerja dan gagasan para pejabat.

Bertempat di Ruang Kerja Sekprov, Kantor Gubernur Kaltara, Jumat (24/4), Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara H. Denny Harianto, S.E., M.M., memimpin langsung proses wawancara tersebut. Denny menyampaikan bahwa tahapan wawancara menjadi bagian penting untuk mengukur kemampuan dan pemahaman peserta terhadap gagasan yang telah disusun.

“Wawancara ini untuk melihat sejauh mana pemahaman peserta terhadap kondisi saat ini,” kata Denny.

Ia menjelaskan, proses ini juga digunakan untuk menilai rekam jejak kinerja para pejabat selama menjalankan tugas di perangkat daerah masing-masing. Menurutnya, wawancara menjadi ruang untuk menggali lebih dalam capaian kerja, kontribusi nyata, serta rencana strategis ke depan dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kami ingin memastikan apa yang disampaikan dalam makalah sesuai dengan apa yang telah dikerjakan,” ujarnya.

Dalam penilaian, terdapat sejumlah aspek yang menjadi perhatian, di antaranya kualitas makalah, integritas, kemampuan komunikasi, kerja sama serta pengambilan keputusan. Selain itu, pemahaman terhadap tata kelola pemerintahan juga menjadi indikator penting dalam penilaian.

Denny memastikan seluruh proses dilakukan secara objektif dan transparan, dengan sistem yang memungkinkan peserta berhadapan langsung dengan tim penilai. Hasil wawancara nantinya akan dikompilasi bersama penilaian dari lima anggota panitia seleksi untuk menghasilkan rekomendasi kandidat terbaik yang dinilai layak menduduki jabatan yang dilamar. (dkisp)

Pemprov Percepat Akses Keuangan hingga Wilayah Perbatasan

Kaltaraterkini.co.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong percepatan akses keuangan bagi masyarakat hingga wilayah perbatasan dan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) melalui Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Kaltara Semester I Tahun 2026.

Mewakili Gubernur Kaltara, Asisten Bidang Administrasi Umum Pollymaart Sijabat, S.K.M., M.A.P., secara resmi membuka kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (23/4).

Pollymaart menegaskan bahwa akses keuangan merupakan fondasi penting dalam pembangunan ekonomi daerah, terutama di wilayah dengan tantangan geografis seperti Kaltara.

Ia menyebut, masih adanya keterbatasan akses layanan keuangan di daerah perbatasan dan 3T menjadi perhatian serius.

“Kita tidak boleh membiarkan masyarakat di pelosok kesulitan mengakses layanan keuangan. Ini harus menjadi perhatian bersama,” kata Pollymaart.

Pollymaart menjelaskan, terdapat sejumlah agenda prioritas yang harus segera dipercepat. Pertama, peningkatan inklusi keuangan digital melalui program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai), khususnya di wilayah perbatasan dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

Ia meminta seluruh pemangku kepentingan memastikan masyarakat memiliki akses terhadap layanan perbankan, termasuk kepemilikan rekening.

Kedua, penguatan program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) yang tidak hanya sebatas pembukaan rekening, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi dan literasi keuangan di sekolah.

“Program ini harus menjadi sarana pembelajaran keuangan bagi pelajar,” jelasnya.

Serta yang ketiga, melakukan percepatan digitalisasi keuangan daerah, termasuk penggunaan QRIS di pasar tradisional guna meningkatkan transparansi transaksi.

Selain itu, literasi keuangan juga perlu diperkuat melalui program “Satu Desa Satu Edukasi Keuangan” untuk melindungi masyarakat dari penipuan dan investasi ilegal.

Pollymaart juga menekankan pentingnya sinergi antara program bantuan sosial dengan akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar memberikan dampak langsung terhadap penurunan angka kemiskinan.

“Dengan data yang tepat, program ini bisa lebih efektif dan benar-benar membantu masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltara, Hasiando G. Manik dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Timur dan Kaltara, Misran Pasaribu. (dkisp)

Kaltara Dilirik Investor Qatar, Jajaki Peluang Migas dan Manufaktur

Kaltaraterkini.co.id, JAKARTA – Potensi besar Kalimantan Utara (Kaltara) kembali mencuri perhatian dunia. Kali ini, investor asal Qatar datang membawa minat serius untuk menanamkan modalnya di Bumi Benuanta, membuka peluang baru bagi percepatan pembangunan daerah.

Rombongan investor yang membawa bendera Nick Oil dipimpin Mr. Ali Haji diterima langsung Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., bersama jajaran di Kantor Badan Penghubung Kaltara, Jakarta, Selasa (21/4).

Turut hadir Ketua DPRD Kaltara, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltara Dr. Bustan, SE., M.Si., Kepala Bapperida Kaltara Bertius, S.Hut., serta Sekretaris DPMPTSP Kaltara Rahman Putrayani.

Mereka siap membuka peluang investasi di Kaltara pada bidang minyak dan gas (migas), serta dengan jaringan global mereka di sejumlah negara besar seperti Rusia, Inggris, Kanada dan negara Teluk juga peluang industri manufaktur.

“Saya sebagai kepala daerah berterima kasih dan menyambut niat Nick Oil untuk berinvestasi di bidang migas di Kaltara. Kami memiliki cadangan migas yang signifikan di blok Ambalat,” sambut Zainal.

Angin segar rencana investasi ini diharapkan tidak hanya pada migas, namun juga infrastruktur seperti rumah sakit, storage BBM dan bandara serta pengolahan hasil laut seperti rumput laut, udang serta kepiting.

Potensi ini mendapat tanggapan positif dari Nick Oil. Salah satunya pembangunan bandara internasional di Kabupaten Bulungan yang disampaikan oleh Gubernur.

“Kami sebagai lembaga yang memiliki 33 jaringan dalam struktur kami dan supply chain yang luas serta teknologi mutakhir pada dasarnya tidak masalah dengan nilai investasi. Tentunya setelah dilakukan studi kelayakan dan jaminan berinvestasi dari pemerintah daerah,” terang Mr. Ali Haji.

Zainal menegaskan harapan besarnya bagi kemakmuran rakyat Bumi Benuanta bisa diwujudkan salah satunya dengan investasi Nick Oil di Kaltara.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan cendera mata Singal khas Kaltara kepada Mr. Ali Haji dan rombongan. (dkisp)

Anggun dan Berdaya: Pesona Lomba Kebaya Kartini TP-PKK Tana Tidung Pukau Penonton

Kaltaraterkini.co.id, TANA TIDUNG – Suasana Ballroom Bank Kaltimtara mendadak anggun dan penuh warna pada Kamis, 23 April 2026. Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Tana Tidung sukses menggelar Fashion Show Lomba Kebaya dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026.

Acara ini berlangsung meriah dengan kehadiran Bupati Tana Tidung, jajaran pimpinan Bank Kaltimtara, serta pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP). Kehadiran para tokoh ini menambah sakralnya momen penghormatan terhadap perjuangan pahlawan perempuan Indonesia.

Ketua TP-PKK Kabupaten Tana Tidung sekaligus Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Vamelia Ibrahim, membuka langsung kompetisi ini. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar ajang unjuk kecantikan.

“Lomba kebaya Kartini ini adalah sarana memperkuat pelestarian budaya. Kita ingin terus mengenang dan menghidupkan semangat perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan,” ujar Vamelia.

Para peserta tampil memukau di atas panggung, memadukan kreativitas modern tanpa menghilangkan pakem tradisional kebaya. Rasa percaya diri dan sportivitas yang tinggi dari para peserta berhasil menghipnotis penonton yang hadir.

Keberhasilan acara ini juga tidak lepas dari kolaborasi yang kuat. Vamelia secara khusus menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bank Kaltimtara dan seluruh pihak yang telah mendukung penuh jalannya acara.

Melalui momentum Hari Kartini ini, perempuan di Kabupaten Tana Tidung diharapkan tidak hanya tampil anggun secara visual. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu menjadi sosok yang mandiri, berdaya, dan aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Menuju Pelayanan Kesehatan Ideal Bupati Terus Benahi RSUD Akhmad Berahim

Kaltaraterkini.co.id, TANA TIDUNG – Komitmen peningkatan layanan kesehatan di daerah kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung. Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, memimpin langsung Rapat Koordinasi Pemantauan Pelaksanaan Program PHTC RSUD Akhmad Berahim bersama yang diwakili Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan, Rabu (22/4/2026).

Bertempat di ruang pertemuan RSUD Akhmad Berahim, rapat ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi sekaligus mempercepat peningkatan status rumah sakit dari Tipe D menuju Tipe C—sebuah langkah besar dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Tana Tidung.

Dalam sambutannya, Bupati Ibrahim Ali menyampaikan apresiasi kepada Presiden atas program pembangunan yang telah menyentuh daerah, termasuk pembangunan rumah sakit melalui .

“Keberadaan rumah sakit ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat. Namun, tugas kita tidak berhenti pada pembangunan fisik, melainkan memastikan rumah sakit ini benar-benar berfungsi optimal,” ujarnya.

Saat ini, RSUD Akhmad Berahim masih berstatus Tipe D, namun telah memiliki sejumlah dokter spesialis, meskipun sebagian besar belum berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Pemerintah daerah pun telah mengambil langkah progresif dengan menyekolahkan sejumlah dokter untuk menempuh pendidikan spesialis.

“Beberapa dokter yang kita sekolahkan sudah selesai. Namun kebutuhan ideal kita mencapai 10 dokter spesialis. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera kita tuntaskan,” tegasnya.

Di tengah proses peningkatan status, RSUD Akhmad Berahim juga tengah menjalani tahapan akreditasi menuju Tipe C. Bupati berharap dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan agar proses tersebut berjalan optimal.

Ia bahkan optimistis, jika seluruh tahapan terpenuhi, RSUD Akhmad Berahim berpotensi menjadi salah satu rumah sakit terbaik di Provinsi Kalimantan Utara.Namun, di balik optimisme itu, tantangan masih membayangi. Gedung rumah sakit baru yang telah diserahkan pemerintah pusat membutuhkan kesiapan operasional yang tidak sedikit, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

“Gedung sudah berdiri megah, tapi bagaimana kita menghidupkannya itu yang menjadi tantangan. Kita wajib mengoptimalkan apa yang sudah ada,” ungkapnya.

Salah satu kebutuhan mendesak adalah penyediaan alat kesehatan (alkes), khususnya untuk layanan strategis seperti laboratorium jantung, kemoterapi, hingga fasilitas cuci darah. Dalam rapat tersebut juga terungkap bahwa pemenuhan alat kesehatan dari pemerintah pusat bergantung pada ketersediaan dokter spesialis.

Dari usulan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sebanyak 10 orang, baru empat yang disetujui. Saat ini pun baru tersedia dokter spesialis saraf.Sebagai langkah percepatan, Pemkab Tana Tidung telah menjalin kerja sama dengan rumah sakit di Malinau melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat layanan sekaligus menjadi dasar percepatan dukungan dari pemerintah pusat.

“Kami berharap dengan adanya komitmen kerja sama ini, Kementerian Kesehatan dapat segera menyalurkan alat kesehatan yang dibutuhkan, mulai dari layanan jantung, kemoterapi hingga cuci darah,” harap Bupati.

Rapat koordinasi ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga momentum penting untuk menyuarakan kebutuhan riil daerah. Pemerintah pusat melalui Kemenko PMK disebut akan menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut melalui pembahasan lanjutan.Di tengah keterbatasan, Tana Tidung terus bergerak.

RSUD Akhmad Berahim kini berdiri sebagai simbol harapan—bahwa pelayanan kesehatan yang layak dan berkualitas bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan target yang sedang diperjuangkan dengan kerja nyata dan kolaborasi semua pihak.

Audiensi PT. INTRA, Kaltara Siap Wujudkan Jaringan Kereta Api

Kaltaraterkini.co.id, JAKARTA – Di tengah keterbatasan akses transportasi di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara), secercah harapan baru muncul. Rencana menghadirkan kereta api di Bumi Benuanta kembali menguat, kali ini dengan dukungan investasi besar yang mulai dibicarakan serius.

Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menerima audiensi PT. Indonesia Transit Synergy (INTRA) yang datang membawa tawaran investasi besar, di Kantor Badan Penghubung (Banhub) Kaltara, Selasa (21/4).

Dipimpin Direktur Utama, Rully Noviandar, perusahaan tersebut memaparkan rencana pembangunan jaringan kereta api dengan nilai investasi mencapai Rp20–25 triliun. Menariknya, seluruh pembiayaan akan ditanggung investor, tanpa melibatkan anggaran pemerintah. Tak hanya sampai disitu, proyek ini juga diproyeksikan membuka sekitar 2.000 lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Zainal menyambut rencana tersebut dengan optimisme.

Ia melihat proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Saya bersyukur PT. INTRA ini akan berinvestasi membangun jaringan kereta api di Kaltara. Mudah-mudahan akan berdampak positif bagi masyarakat Kaltara pada khususnya dan Kalimantan pada umumnya,” kata Zainal.

Lebih dari itu, kehadiran kereta api diyakini akan mengubah wajah konektivitas Kaltara. Jalur ini nantinya diharapkan mampu menghubungkan antar wilayah di Kaltara, bahkan menjangkau negara tetangga seperti Brunei Darussalam dan Malaysia, serta terhubung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Untuk diketahui, gagasan kereta api di Kaltara bukan hal baru. Sejak tahun 2015, pemerintah daerah telah menyusun masterplan yang masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) 2030. Sementara itu, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Rahman Putrayani menyebut dokumen tersebut sudah melalui tahap studi kelayakan dan desain teknis, sehingga tinggal diperbarui agar sesuai dengan kondisi saat ini.

Saat ini, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara tengah menyiapkan pembaruan masterplan, sementara draft kerja sama masih dalam tahap kajian hukum.

“Masterplan tersebut sudah masuk pada tahap Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) dengan sejumlah koridor yang akan dibangun,” jelas Rahman.

Zainal pun menginginkan momen penting penandatanganan dilakukan di Tanjung Selor sendiri. Ia berharap, langkah ini menjadi awal nyata terwujudnya kereta api di Bumi Benuanta dari sekadar rencana menjadi kenyataan.

“Saya mengundang PT INTRA untuk datang ke Tanjung Selor, ibukota Kaltara ketika draft MoU ini sudah selesai dikaji, kita lanjutkan penandatanganan di Bumi Benuanta,” pungkasnya.

Dalam audiensi ini turut hadir Ketua DPRD Kaltara, Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si., Wakil Bupati Malinau Jakaria, S.E., M.Si., Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltara Dr. Bustan, SE., M.Si., dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Nunukan dan Tana Tidung, bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Pertemuan itu menjadi sinyal kuat bahwa mimpi menghadirkan kereta api di Bumi Benuanta bukan lagi sekadar wacana, melainkan mulai bergerak menuju kenyataan. (dkisp)