Beranda blog Halaman 14

Tembus Nasional, Clara Floricia Pukau Menteri Lewat Tembang Daerah di FTBIN 2026

Kaltaraterkini.co.id, TANA TIDUNG – Clara Floricia, siswi SMPN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung, sukses mengukir prestasi gemilang di kancah nasional.

Perwakilan Kalimantan Utara ini terpilih sebagai salah satu dari 6 siswa terbaik kategori Tembang Lagu Daerah pada Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026.Clara berhasil menyisihkan 78 kompetitor dari seluruh Indonesia.

Atas capaian ini, ia mendapat kehormatan tampil langsung menyanyikan lagu daerah Tidung di depan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen RI). Acara puncak tersebut berlangsung di Gedung Garuda, Pusat Pelatihan SDM Kemendikdasmen, Depok, Senin (25/5/2026).

Capaian ini menjadi pembuktian besar bagi Clara, yang sebelumnya meraih Juara 1 Tembang Lagu Daerah Tidung di tingkat Provinsi Kalimantan Utara.

Sukses Berkat Muatan Lokal Sekolah

Menariknya, Clara mengaku dirinya bukan merupakan suku asli Tidung. Kemampuannya menguasai lagu daerah ini lahir berkat program muatan lokal di sekolahnya.

“Saya beruntung bisa berpartisipasi di ajang bergengsi ini. Saya bukan asli Tidung, tapi berkat mata pelajaran Muatan Lokal Bahasa Tidung di sekolah, serta bimbingan dari guru pendamping saya, Mister Didi, saya bisa belajar,” ujar Clara bangga.

Meski mengaku masih terbata-bata dalam berbicara bahasa Tidung sehari-hari, Clara sangat menyukai alunan musik daerah tersebut. Beberapa lagu yang kini fasih ia bawakan di antaranya adalah Dandom Penyawoku dan Bebilin.

Dukungan Penuh Bupati Tana Tidung

Prestasi luar biasa ini langsung mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, SP. Beliau menyatakan rasa bangganya atas keberhasilan siswa-siswi yang mengharumkan nama Bumi Upun Taka.

“Saya sangat bangga dan mengapresiasi anak-anak Tana Tidung yang bertalenta tinggi hingga ke tingkat nasional. Teruslah berkarya dan menginspirasi melalui pelestarian bahasa daerah,” tutur Ibrahim Ali.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tana Tidung berkomitmen penuh mendukung program revitalisasi bahasa daerah melalui jalur pendidikan formal dan kegiatan budaya.

Semarak Hari Pendidikan Nasional

Ajang FTBIN merupakan agenda tahunan nasional yang diselenggarakan dalam rangkaian Semarak Hari Pendidikan Nasional. Tujuannya adalah memperkuat pelestarian bahasa daerah melalui keterlibatan pelajar, guru, dan pemerintah daerah.

Selain Clara yang didampingi oleh Didi Admanur, S.Pd, Gr., Kabupaten Tana Tidung juga mengirimkan delegasi peserta mandiri ke ajang ini, yaitu:

Rafly (SDN Terpadu Unggulan 2 Tana Tidung) didampingi Ratna Candra Puspita Sari, S.Pd, Gr.

Wahyu Refah Laily Qodri (SMPN Terpadu Unggulan 2 Tana Tidung) didampingi Marlina, S.Pd, Gr.

Keren! Bupati Ibrahim Ali Jadi Satu-satunya Kepala Daerah di Kaltara yang Raih Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah 2026

Kaltaraterkini.co.id, TANA TIDUNG – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung di tingkat nasional. Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, S.P., resmi menerima penghargaan bergengsi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam acara Puncak Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026 di Gedung Garuda, Pusat Pelatihan SDM Kemendikdasmen, Depok, Senin (25/05/2026).

Acara yang digelar dalam rangka Semarak Hari Pendidikan Nasional 2026 ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Atip Latipulhayat.

Satu-satunya di Kalimantan Utara

Bupati Ibrahim Ali berhasil masuk dalam daftar elite 27 kepala daerah se-Indonesia yang dinilai memiliki komitmen nyata dalam menyukseskan program revitalisasi bahasa daerah sepanjang tahun 2025.

Hebatnya, beliau menjadi satu-satunya kepala daerah dari Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang membawa pulang penghargaan ini.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk pemerintah daerah, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Tana Tidung. Khususnya para guru, pelajar, dan pelestari bahasa dan sastra yang terus menjaga bahasa daerah sebagai identitas budaya kita,” ujar Ibrahim Ali penuh syukur.

Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Tana Tidung berkomitmen penuh untuk terus mendukung program revitalisasi bahasa daerah, baik melalui kurikulum pendidikan maupun berbagai kegiatan budaya lokal.

Pelajar Tana Tidung Sabet Gelar Terbaik Nasional

Kemeriahan acara yang diisi dengan berbagai penampilan seni budaya dari seluruh Indonesia ini terasa makin spesial bagi Bumi Upun Taka.

Siswi asal Tana Tidung, Clara Floricia dari SMPN Terpadu Unggulan 1, sukses dinobatkan sebagai salah satu Siswa Terbaik Nasional Tembang Lagu Daerah Bahasa Tidung.Selain Clara, hadir pula delegasi mandiri lainnya yang ikut mengharumkan nama daerah, yaitu:

Rafly (SDN Terpadu Unggulan 2)

Wahyu Refah Laily Qodri (SMPN Terpadu Unggulan 2)

Kehadiran para siswa berprestasi ini didampingi langsung oleh para guru serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung, yang terus konsisten mengawal kelestarian bahasa ibu di ranah pendidikan.

Inspiratif! Vamelia Ibrahim Bagikan Resep “Satu Desa Satu Taman Bacaan” Tana Tidung di NTT

Kaltaraterkini.co.id, TANA TIDUNG – Bunda Literasi Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, Vamelia Ibrahim, S.E., M.Pd, memukau publik Nusa Tenggara Timur (NTT) lewat inovasi literasi berbasis desa. Hadir sebagai narasumber dalam Gelar Wicara nasional di Hotel Aston Kupang, Senin (25/5).

ia membagikan rekam jejak sukses program “Satu Desa Satu Taman Bacaan”.Acara bertajuk “Belajar dari Sesama: Praktik Baik Penguatan Literasi dari Berbagai Provinsi di Indonesia untuk Memperkuat Ekosistem Pendidikan di NTT” ini menjadi panggung kolaborasi antar-daerah. Vamelia hadir secara khusus atas undangan Bunda Literasi Provinsi NTT untuk menginspirasi bumi Flobamora.Dalam paparannya, Vamelia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Strategi “Satu Desa Satu Taman Bacaan” yang sukses diterapkan di Tana Tidung dinilai mampu menghidupkan kembali semangat belajar masyarakat dari akar rumput.Inovasi ini pun langsung mendapat respons positif.

Bunda Literasi Provinsi NTT menyatakan ketertarikannya untuk mengadaptasi program tersebut secara kontekstual di wilayahnya. Program berbasis desa ini dinilai cocok untuk menjawab tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur yang selama ini membayangi NTT.

Acara berskala nasional ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan strategis. Mulai dari jajaran Bunda Literasi se-NTT, dinas terkait, komunitas literasi lokal, media massa, hingga perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI serta Kementerian Dalam Negeri RI.