Beranda blog Halaman 13

Target PI 10% Seret, PT Migas Kaltara Jaya Lirik Bisnis SPBU

TANJUNG SELOR – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mulai menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) perubahan terkait PT Migas Kaltara Jaya.

Langkah ini diambil sebagai respons atas jalan di tempatnya target utama perusahaan daerah (perusda) tersebut.Ketua Bapemperda DPRD Kaltara, Supa’ad Hadianto, mengungkapkan bahwa fokus utama perusda selama ini adalah mengejar Participating Interest (PI) sebesar 10 persen di sektor migas. Namun, hingga kini raihan tersebut belum menunjukkan hasil positif.

“Karena PI 10 persen itu belum ada perkembangan signifikan, muncul rencana membangun usaha hilir migas, salah satunya SPBU,” ujar Supa’ad usai rapat bersama Biro Hukum Pemprov Kaltara, Selasa (26/5/2026).

Manajemen Perusda Jadi Sorotan

Supa’ad menegaskan bahwa pembahasan ini masih berada di tahap awal. DPRD menyoroti pentingnya perbaikan internal sebelum melangkah ke ekspansi bisnis yang baru.Ada beberapa poin krusial yang menjadi catatan dewan:

Evaluasi Manajemen: Struktur tata kelola PT Migas Kaltara Jaya wajib diperbaiki secara total.

Bedah Pasal 4: Poin ini mengatur peluang pembentukan usaha hilir baru, termasuk opsi mendirikan anak perusahaan untuk mengelola SPBU.

Konsistensi Regulasi: Dewan meminta perencanaan matang agar aturan tidak terus-menerus direvisi.

“Jangan sampai perda ini terus berubah-ubah. Ini sudah perubahan kedua sejak PT Migas Kaltara Jaya dibentuk,” tegasnya.

Sebagai catatan, regulasi perusda ini pertama kali disahkan pada 2018, lalu diubah pada 2022 demi mengejar target PI 10 persen, dan kini kembali berpotensi dirombak pada 2026.

Siapkan Rapat Silang Sektoral

DPRD Kaltara tidak ingin gegabah dalam mengetuk palu regulasi baru. Sebelum membentuk Panitia Khusus (Pansus), dewan akan memanggil seluruh pihak terkait dalam rapat lanjutan.

Biro Hukum Pemprov Kaltara

Biro Ekonomi Pemprov Kaltara

Manajemen PT Migas Kaltara Jaya

“Jika penjelasan mereka nanti sudah memenuhi harapan, baru kita tindak lanjuti untuk penyampaian nota penjelasan raperda perubahan,” tutup Supa’ad.

Dongkrak Wisata dan PAD, Komisi IV DPRD Kaltara All-Out Dukung Pengurus Baru IHGMA

Kaltaraterkini.co.id, TARAKAN – Sektor pariwisata dan perhotelan di Kalimantan Utara (Kaltara) bersiap tancap gas. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Komisi IV DPRD Provinsi Kaltara saat menghadiri Pelantikan Pengurus Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Kaltara Periode 2026–2029 di Hotel Tarakan Plaza, Senin (25/5/2026).

Kehadiran para wakil rakyat ini menjadi bukti nyata komitmen parlemen dalam memperkuat industri hospitality. Sektor ini dinilai sangat strategis untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Sinergi Lintas Sektor demi Kemajuan Daerah

Rombongan Komisi IV dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi IV, Dr. Syamsuddin Arfah, M.Si, didampingi Sekretaris Ruman Tumbo, SH. Hadir pula jajaran anggota dewan lainnya, yaitu Supaad Hadianto, SE, Muhammad Hatta, ST, Dino Andrian, SH, dan Hj. Siti Laela.Acara ini juga dihadiri oleh Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang.

Dalam sambutannya, Gubernur mengajak seluruh stakeholder untuk mempererat kolaborasi demi memajukan pariwisata daerah.

4 Fokus Utama Hasil Diskusi IHGMA & DPRD Kaltara

Dalam sesi audiensi, Komisi IV DPRD Kaltara bersama pengurus IHGMA memetakan sejumlah poin krusial untuk memajukan industri perhotelan, antara lain:

Promosi Wisata: Menggencarkan pemasaran destinasi lokal.

Kalender Event: Memperkuat pelaksanaan event-event kreatif daerah.

Pelatihan SDM: Meningkatkan kompetensi pekerja perhotelan.

Standarisasi Layanan: Menyamakan kualitas pelayanan hotel standar internasional.

Mendorong Pembukaan Lapangan Kerja Baru

Komisi IV DPRD Kaltara berharap IHGMA DPD Kaltara mampu menjadi mitra strategis pemerintah yang responsif. Sektor jasa dan wisata yang terus tumbuh di Kaltara harus bisa dimanfaatkan secara optimal.

Dengan pengelolaan yang profesional, sektor ini diyakini mampu membuka banyak lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lokal sekaligus menjadi pilar utama penopang ekonomi Kaltara di masa depan.