Beranda blog Halaman 36

Hadir Sebagai Penyelamat Lansia Terlantar, Panti Asuhan Panti Sosial Tresna Werdha Marga Rahayu Berharap Bisa Dapat Tambahan SDM Kesehatan

Kaltaraterkini.co.id, TANJUNG SELOR – Hadir sebagai salah satu perpanjangan tangan Pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para Lansia terlantar. UPT Panti Asuhan Lansia milik Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yakni Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Marga Rahayu ,terus berkomitmen untuk memperkuat tingkat pelayanan Panti Asuhan Lansia.

Menjadi satu-satunya panti lansia milik Pemerintah Provinsi Kaltara dan menampung lansia terlantar, tentunya peran PSTW tidaklah mudah. Meski demikian Plt. Kepala PSTW Muhammad Ikshan Hadi mengatakan saat ini pihaknya terus mengupayakan pelayanan terbaik kepada Lansia terlantar yang ada di PSTW seperti menyediakan pelayanan Kesehatan Lansia dan menyiapkan beberapa fasilitas untuk para Lansia beraktivitas positif.

“Kita bahkan menyiapkan kandang peternakan kecil untuk para lansia yang memiliki hobi beternak unggas dan ikan untuk beraktivitas. Tujuannya agar para Lansia ini juga tidak bosan. Apalagi peternakan kecil ini juga merupakan permintaan dari para Lansia yang ada disini juga,”kata pria yang akrab disapa Ikshan pada Selasa 09 September 2025.

Saat ini PSTW milik Dinsos Kaltara menampung 36 Lansia yang berusia 60 tahun keatas, dimana rata-rata para Lansia itu merupakan Lansia yang sudah terlantar atau tidak memiliki keluarga.

“ada juga yang masih memiliki keluarga tapi jumlahnya tidak banyak hanya satu atau dua orang saja dan para Lansia yang ada disini juga tidak semuanya memiliki kondisi kesehatan yang baik,” Ujarnya.

Ikshan mengaku beberapa Lansia yang ada di PSTW sudah ada yang mengalami kondisi kesehatan buruk atau sakit keras. Bahkan ada Lansia yang sudah tidak mampu beraktivitas lagi dan hanya terbaring ditempat tidur.

“Bahkan mau makan atau buang hajat saja sudah tidak bisa dan inilah yang menjadi Pekerjaan Rumah kita di Panti untuk terus memberikan pelayanan yang maksinal kepada mereka,”imbuhnya.

Meski PSTW sendiri memiliki anggaran untuk mengurusi kebutuhan sehari-harinya para Lansia dan mendapat berbagai bantuan dari kepedulian masyarakat Kaltara. Namun ia juga tidak menafikan kalau saat ini kebutuhan terbesar PSTW Kaltara ialah Sumber Daya Manusia(SDM) Kesehatan.

Hadi menuturkan saat ini pihaknya hanya memiliki 4 orang SDM kesehatan, dimana jumlah itu masihlah sangat kurang untuk mengurusi 36 Lansia yang ada di PSTW.

“idealnya mungkin 10 atau 15 orang perawat karena beberapa Lansia yang ada disini sudah ada yang mengalami sakit keras seperti penyakit Stroke dan sebagainya,”lanjutnya lagi.

“Sehingga SDM Kesehatan inilah yang kita harapkan bisa ditambah oleh Pemerintah agar nantinya kita memiliki cukup SDM kesehatan dalam mengurus para lansia yang sudah menderit sakit keras,”pungkasnya.

Reporter : OSA

Muhammad Nasir Gandeng BNN Nunukan Sosialisasikan Perda Pencegahan dan Pemberantasan Narkotika di Dua Kelurahan Nunukan

Kaltaraterkini.co.id, KALIMANTAN UTARA — Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Muhammad Nasir, S.Pi., MM, kembali menunjukkan komitmennya dalam memerangi penyalahgunaan narkotika dengan menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 5–6 Desember 2025, di Kelurahan Selisun dan Kelurahan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan.Sebagai bentuk keseriusan pelaksanaan Perda, Nasir menggandeng BNN Kabupaten Nunukan, instansi yang memiliki keahlian dan kewenangan langsung dalam upaya pemberantasan narkotika.

Hadir sebagai pemateri, Kepala BNN Nunukan Anton Suriyadi Siagian, serta Hermansyah, yang memberikan paparan mendalam terkait situasi peredaran narkoba di daerah perbatasan, pola penyelundupan, hingga dampaknya bagi masyarakat.

Masyarakat terlihat sangat antusias mengikuti jalannya sosialisasi. Ruangan kegiatan dipadati peserta dari berbagai kalangan: tokoh masyarakat, ibu rumah tangga, pemuda, serta para tokoh agama. Antusiasme peserta semakin tampak ketika narasumber memaparkan contoh-contoh kasus nyata terkait peredaran narkoba yang sering memanfaatkan jalur perbatasan.

Dialog berjalan sangat interaktif, di mana masyarakat tidak hanya bertanya, tetapi juga menyampaikan aspirasi dan harapan mereka. Salah satu pesan yang mencuat dalam diskusi adalah pentingnya keteladanan aparat penegak hukum dalam pemberantasan narkoba.

Warga menegaskan bahwa perang melawan narkoba harus dimulai dari internal aparat agar masyarakat percaya dan ikut bergerak.Menanggapi hal itu, Muhammad Nasir menyampaikan apresiasi dan komitmennya.

“Masukan masyarakat adalah energi bagi kami. Daerah perbatasan seperti Nunukan memiliki tingkat kerawanan tinggi. Masyarakat harus mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai bahaya narkotika agar mampu melindungi diri, keluarga, bahkan lingkungannya,” ujar Nasir.

Nasir menambahkan bahwa pihaknya di DPRD Kaltara akan terus mendorong implementasi Perda agar program pencegahan berjalan efektif dan tepat sasaran. Ia berharap sosialisasi ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk semakin waspada dan tidak segan melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba.

BNN Nunukan juga menegaskan bahwa narkotika menjadi ancaman serius yang dapat merusak generasi muda, merusak ketahanan keluarga, meningkatkan kriminalitas, dan pada akhirnya mengancam stabilitas keamanan negara. Karena itu, sinergi antara pemerintah, aparat, masyarakat, dan keluarga sangat diperlukan dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika.

Muhammad Nasir Sosialisasikan Ranperda Kawasan Perbatasan di Sebatik Utara

Kaltaraterkini.co.id, KALIMANTAN UTARA – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara dari Komisi II Fraksi PKS, Muhammad Nasir, S.Pi, MM, menggelar sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pembangunan dan Pengelolaan Kawasan Perbatasan di Kecamatan Sebatik Utara.

Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta yang datang dari empat kecamatan, yaitu Sebatik Utara, Sebatik Tengah, Sebatik, dan Sebatik Timur.Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur masyarakat: tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga perwakilan ibu-ibu. Kehadiran mereka menunjukkan tingginya perhatian warga terhadap arah pembangunan perbatasan.

Wujud Kepedulian DPRD dan Pemerintah ProvinsiDalam sambutannya, Muhammad Nasir menegaskan bahwa penyusunan Ranperda ini merupakan bentuk kepedulian DPRD Provinsi Kaltara bersama Pemerintah Daerah untuk mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan.

“Ranperda ini kami susun sebagai bentuk kepeduliannyata agar perbatasan tidak lagi menjadi wilayah yangtertinggal,” ujarnya.

Menurutnya, perbatasan seperti Sebatik memiliki posisi strategis sebagai beranda terdepan Indonesia, sehingga kebijakan pembangunan harus benar-benar berpihak pada masyarakat.Tahap Fasilitasi Kemendagri dan Harapan WargaNasir menjelaskan bahwa Ranperda tersebut kini telah masuk dalam tahap fasilitasi di Kementerian Dalam Negeri, yang merupakan proses penyelarasan sebelum ditetapkan di tingkat daerah.

Sepanjang acara, peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka menyampaikan harapan agar Ranperda ini dapat segera dirampungkan dan ditetapkan, sehingga pemerintah provinsi maupun kabupaten dapat memberikan prioritas pembangunan bagi wilayah perbatasan.

Kursi Sekda Tana Tidung Terisi , Bupati Perintahkan Percepatan Pengisian Jabatan OPD

Tana Tidung – Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, resmi melantik Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Tana Tidung, H. Hersonsyah.Pelantikan ini dilakukan berdasarkan surat rekomendasi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah.

“Alhamdulillah, pelantikan Sekretaris Daerah definitif ini tentu menjadi harapan agar tata kelola pemerintahan di Kabupaten Tana Tidung bisa berjalan lebih efektif, fokus, dan mampu menuntaskan visi-misi saya bersama Wakil Bupati Sabri,” ujar Ibrahim Ali.

Bupati menekankan peran strategis Sekda dalam mengoordinasikan Aparatur Sipil Negara (ASN), membagi tugas, serta mengomunikasikan langkah kerja untuk merealisasikan janji politik kepala daerah.

“Saya minta Pak Sekda juga memperhatikan disiplin ASN, karena ini menjadi salah satu kunci keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan,” tegasnya.

Ibrahim Ali menyebut, ada lima program prioritas yang menjadi fokus, di antaranya pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, dan penguatan sektor pendidikan.Ia meminta Sekda segera mendiskusikan, menyelesaikan, dan menyusun rencana kerja untuk merealisasikan program-program tersebut.

Selain itu, Bupati juga menugaskan H. Hersonsyah untuk memimpin tim seleksi pengisian jabatan pada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih kosong.

“Beliau langsung menjadi ketua panitia seleksi untuk pengisian beberapa jabatan OPD. Ini harus segera dikerjakan dalam waktu dekat,” kata Ibrahim Ali.

Dengan pelantikan ini, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung berharap kinerja pemerintahan semakin solid, disiplin ASN meningkat, dan visi-misi pembangunan dapat terealisasi tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat.