Beranda blog Halaman 37

Perkuat Manajemen Talenta SDM BKD Kaltara Gelar Profiling ASN

Kalimantan Utara – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Utara menggelar kegiatan Profiling ASN (ProASN) sebagai tindak lanjut Surat Sekretaris Utama BKN Nomor 14598/B-NK.02.01/SD/A/2025 tanggal 10 Oktober 2025 tentang Program Percepatan Penyediaan Data Potensi dan Kompetensi ASN.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung pembangunan dan penerapan Manajemen Talenta di seluruh instansi pemerintah.Profiling ASN dilaksanakan selama dua hari, 27–28 November 2025, mulai pukul 07.30 hingga 18.00 WITA, bertempat di Lab CAT BKD Provinsi Kalimantan Utara, Kantor Gubernur Kaltara Lantai 1, Jalan Kolonel Soetadji No.1, Tanjung Selor.

Seluruh ASN yang masuk kategori sasaran—mulai dari Pejabat Pimpinan Tinggi, Administrator, Pengawas, Pejabat Fungsional hingga Pelaksana—mengikuti rangkaian tes potensi dan kompetensi.

Materi Penilaian ProASN

Penilaian dalam program ini mencakup empat kelompok utama:

1. Kompetensi (PermenPAN No. 38/2017)Kompetensi manajerial yang diukur meliputi:Integritas, Kerjasama, Komunikasi, Orientasi pada Hasil, Pelayanan Publik, Pengembangan Diri dan Orang Lain, Mengelola Perubahan, Pengambilan Keputusan.Selain itu juga dinilai kompetensi sosial kultural, khususnya peran ASN sebagai Perekat Bangsa.

2. Potensi (PermenPAN No. 3/2020)Penilaian meliputi kemampuan intelektual, interpersonal, kesadaran diri, kemampuan berpikir kritis dan strategis, penyelesaian masalah, kecerdasan emosional, serta kemampuan belajar cepat dan ketahanan diri (grit).

3. Literasi Digital (SKKNI 2018)Tes ini mengukur kemampuan dasar ASN dalam pemahaman teknologi informasi melalui empat kompetensi:Digital Skills, Digital Culture, Digital Ethics, dan Digital Safety.Penilaian diperuntukkan bagi seluruh PNS non-Prakom dan Manggala Informatika.

4. Preferensi Karir (RIASEC by Holland)Instrumen ini menggambarkan kecenderungan minat, nilai pribadi, aspirasi, keahlian, dan pengalaman kerja ASN untuk menentukan arah pengembangan karir yang lebih sesuai dan tepat sasaran.Dukungan Penguatan SDM ASNKepala BKD Provinsi Kalimantan Utara, Andi Amriampa, menyampaikan bahwa Profiling ASN adalah upaya penting dalam membangun aparatur yang profesional, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan birokrasi modern.

“Kami mendukung penuh penguatan SDM ASN dalam mewujudkan ASN BerAKHLAK serta mendukung visi–misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara. Pemetaan pegawai melalui ProASN ini diharapkan dapat mempercepat penyediaan data potensi dan kompetensi ASN secara digital,” ujarnya.

Ia menambahkan, data yang dihimpun melalui kegiatan ini akan menjadi dasar utama pembangunan sistem Manajemen Talenta, sehingga proses pengembangan, mobilitas, dan promosi ASN dapat dilakukan secara lebih objektif dan terarah.

“Langkah ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap Asta Cita ke-7 Presiden Republik Indonesia, yakni memperkuat reformasi birokrasi dengan memastikan pengelolaan talenta ASN berbasis potensi, bukan senioritas,” tegasnya.

Percepatan Reformasi Birokrasi BKD Kaltara berkomitmen memperkuat profesionalisme aparatur melalui berbagai program pengembangan kompetensi. Dengan Profiling ASN, pemerintah daerah berharap tercipta ekosistem kerja yang modern, adaptif, dan berdaya saing, sehingga pelayanan publik dapat diberikan secara optimal.

Kegiatan ProASN menjadi salah satu instrumen penting dalam percepatan reformasi birokrasi dan penguatan manajemen talenta di Provinsi Kalimantan Utara.

Bersama Banggar DPRD dan TAPD Pemprov Kaltara Bahas RAPBD 2026

Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kalimantan Utara bersama Komisi-Komisi DPRD menggelar Rapat Pembahasan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Kalimantan Utara.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kaltara, H. Achmad Djufrie, SE, MM, didampingi Wakil Ketua H. Muhammad Nasir, SE, MM, CSL. Turut hadir anggota Banggar dan Komisi-Komisi DPRD Kaltara. Sementara itu, pihak TAPD diwakili oleh Kepala BKAD Provinsi Kaltara selaku Sekretaris TAPD, bersama anggota TAPD lainnya, serta Sekretaris DPRD Kaltara.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kaltara menegaskan pentingnya sinergi antara legislatif dan eksekutif guna memastikan penyusunan APBD berjalan efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, sehingga mampu memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Utara.

Pada kesempatan tersebut, DPRD meminta penjelasan rinci dari TAPD mengenai Rancangan Struktur APBD 2026, terutama terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pendapatan Transfer, serta Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah. Penjelasan detail tersebut dinilai penting agar DPRD dapat memastikan bahwa proyeksi pendapatan dan belanja disusun secara realistis dan sesuai kebutuhan daerah.

Rapat ini juga menghasilkan beberapa kesimpulan strategis terkait prosedur dan jadwal pembahasan. Pertama, DPRD menegaskan bahwa seluruh dokumen lengkap APBD harus sudah diterima anggota DPRD minimal dua hari sebelum pelaksanaan rapat anggaran, sehingga dapat dipelajari secara menyeluruh.

Kedua, seluruh proses pembahasan wajib mengacu pada Permendagri Nomor 14 Tahun 2025, yang mengatur bahwa Persetujuan Bersama Ranperda APBD Tahun Anggaran 2026 harus ditetapkan paling lambat 30 November 2025.Sebagai tindak lanjut, agenda Persetujuan Bersama Ranperda APBD 2026 telah dijadwalkan pada Rapat Paripurna Senin, 24 November 2025.

Nakes Pengganti Jadi Opsi Pemkab Tana Tidung Penuhi Kebutuhan SDM Kesehatan RSUD Akhmad Berahim

Pemerintah Kabupaten Tana Tidung terus memacu kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan untuk memenuhi pelayanan medis di RSUD Akhmad Berahim, yang kini bersiap naik kelas sebagai salah satu RSUD madya di wilayah Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK).

Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, menegaskan bahwa persiapan SDM menjadi pekerjaan besar yang harus dipastikan berjalan paralel dengan pembangunan fisik rumah sakit.

“PR kita itu bagaimana menyiapkan sumber daya manusia yang konsen di bidang kesehatan bicara tentang perawat, bidan dan dokter spesialisnya,” kata Ibrahim.

Ia mengungkapkan bahwa RSUD Akhmad Berahim kini termasuk dalam jajaran 15 RSUD madya DTPK di Indonesia, bahkan dinilai berpotensi menjadi yang tertinggi di Kalimantan Utara hanya satu tingkat di bawah RSUD dr Jusuf SK di Tarakan.Bupati menegaskan bahwa upaya pemenuhan tenaga kesehatan tengah berjalan masif.

“Saat ini saya sudah sekolahkan semua dokter spesialis itu untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar ketika bangunan RSUD rampung dan diserahterimakan dari Kementerian Kesehatan kepada Pemkab Tana Tidung, seluruh layanan kesehatan bisa langsung beroperasi optimal.

“Tidak ada alasan kami untuk tidak siap karena sayang bangunan gedung yang sudah dibangun ratusan miliar, tapi kita tidak siap dengan SDM,” tegasnya.

Apabila para dokter spesialis belum menyelesaikan pendidikan pada waktunya, Pemkab Tana Tidung akan menyiapkan opsi tenaga kesehatan pengganti melalui kontrak dengan dokter PTT atau dokter magang dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Kerja sama melalui nota kesepahaman dengan kampus-kampus pun tengah dijajaki.Saat melakukan pengecekan beberapa waktu lalu, Ibrahim melihat progres pembangunan RSUD Akhmad Berahim telah mencapai 61,75 persen tanpa deviasi.

Proyek yang dikerjakan BUMN WIKA dan Waskita Karya di kawasan Sesayap itu ditargetkan selesai tepat waktu.

“Kata PPTK mereka optimis akan menyelesaikan pekerjaan fisiknya sesuai dengan kontrak yang berakhir pada 16 Desember 2025. Pekerjaan itu sesuai dengan kontrak sebesar Rp164 miliar tapi itu soal infrastruktur saja,” pungkasnya.

Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Bupati Tana Tidung Bakal Siapkan SDM Kesehatan RSUD Akhmad Berahim

Kaltaraterkini.co.id, KABUPATEN TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung saat ini mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM ) yang konsen di bidang kesehatan untuk pelayanan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Akhmad Berahim.

“PR kita itu bagaimana menyiapkan sumber daya manusia yang konsen di bidang kesehatan bicara tentang perawat, bidan dan dokter spesialisnya,” kata Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali.

Ia menambahkan saat ini naik kelas yang masuk dalam 15 RSUD madya di wilayah Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) di Indonesia.Dia mengungkapkan RSUD Akhmad Berahim kelas madya yang kemungkinan tertinggi di Kalimantan Utara dan di bawah satu tingkat dari RSUD dr Jusuf SK di Tarakan.

“Saat ini saya sudah sekolahkan semua dokter spesialis itu untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di seluruh Indonesia,” Ujarnya.

Hal tersebut bertujuan untuk mempersiapkan SDM bidang kesehatan, ketika bangunan RSUD sudah diserahterimakan hibah dari Kementerian Kesehatan kepada Pemkab Tana Tidung.

“Tidak ada alasan kami untuk tidak siap karena sayang bangunan gedung yang sudah dibangun ratusan miliar, tapi kita tidak siap dengan SDM,” Tambahnya.

Namun, jika pendidikan para dokter spesialis belum selesai, maka Pemkab Tana Tidung akan berkontrak dengan dokter – dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) atau dokter magang dari kampus – kampus di Indonesia.

Ibrahim mengungkapkan bahwa pihaknya akan menjajaki kerjasama melakukan nota kesepahaman dengan kampus – kampus negeri yang ada di Indonesia untuk memberikan magang kepada dokter spesialis.Bupati saat melakukan pengecekan beberapa waktu lalu, melihat pengerjaan bangunan RSUD Akhmad Berahim sudah mencapai 61,75 persen dan tidak ada deviasi.

Ia mengungkapkan RSUD ini pembangunannya dikerjakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) WIKA dan Waskita Karya di kawasan Sesayap.

“Kata PPTK mereka optimis akan menyelesaikan pekerjaan fisiknya sesuai dengan kontrak yang berakhir pada 16 Desember 2025. Pekerjaan itu sesuai dengan kontrak sebesar Rp164 miliar tapi itu soal infrastruktur saja,” Pungkasnya.

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Bupati Tana Tidung Salurkan Beasiswa KTT Pintar

Kaltaraterkini.co.id, KABUPATEN TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT) memberikan fasilitas pendidikan berupa beasiswa KTT pintar bagi mahasiswa. Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, mengatakan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pendidikan sebagai investasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di Tana Tidung ini.

“Peran teknologi juga sangat penting dalam mempercepat distribusi bantuan dan memastikan manfaatnya sampai dan dirasakan oleh para penerima manfaatnya,” kata Ibrahim Ali.

Dia melanjutkan, beasiswa ini sebagai langkah inovatif yang memudahkan akses bagi para pelajar berprestasi dan kurang mampu untuk mendapatkan bantuan pendidikan secara transparan dan tepat sasaran.

“Mari kita bersama-sama mendukung program ini, untuk anak kita putra putri daerah Tana Tidung sehingga terus berkembang dan berkontribusi positif bagi kemajuan daerah,” pungkasnya.