Beranda blog Halaman 39

Gelar Festival Tari Pesisir Pemkab Tana Tidung Bakal Libatkan Ribuan Penari Lokal

Pastikan persiapan festival Tari Pesisir terus berjalan. Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali datang meninjau langsung, dalan tinjauannya iamengamati satu per satu detail teknis kualitas sound system, kekuatan panggung, hingga komposisi stand pedagang.

“Persiapan sudah sekitar 70 persen. Tinggal finishing saja dan kita juga semakin optimis kalau festival kali ini akan berjalan lancar,” ujarnya.

Panitia mencatat angka yang cukup fantastis untuk sebuah festival tingkat provinsi. Tahun ini, sebanyak 88 grup tari akan tampil memeriahkan kompetisi. Dengan kategori live yang bisa mencapai 8-16 orang jumlah total peserta diperkirakan tembus hampir 1.100 penari.

“Peserta datang dari seluruh penjuru Kaltara, Nunukan, Tarakan, Bulungan, Malinau, dan Tana Tidung sendiri. Ini luar biasa. Artinya minat dan apresiasi terhadap festival ini semakin besar,” imbuhnya.

Deretan kendaraan peserta sudah mulai terlihat memasuki Tana Tidung. Beberapa grup tampak melakukan latihan ringan di area sekitar, memadukan hentakan kaki dan gerakan tangan yang menggambarkan identitas budaya masing-masing. Pakaian berwarna cerah, motif batik Tidung dan Manik-manik khas Dayak, mulai menghiasi ruang publik.

Ia menejlaskan Festival ini lahir dari identitas budaya Tana Tidung yang unik—lahir dari dua poros utama: Tidung (pesisir) dan Dayak (Pedalaman). Dua budaya besar yang bertemu, tumbuh, dan kemudian memberi warna khas bagi kehidupan masyarakat.

Tidak hanya seni yang digelorakan, tetapi juga ekonomi kerakyatan. Tahun ini, pemerintah menyediakan 99 tenda UMKM yang dibagikan secara gratis kepada para pelaku usaha lokal. Mulai dari pedagang kuliner, kerajinan tangan, pakaian tradisional, hingga produk kreatif khas Kaltara.

“Tadi saya cek semuanya. Stand UMKM sudah berdiri rapi. Semua kita gratiskan agar UMKM bisa mendapatkan ruang yang layak. Selain itu, pasar malam juga kita siapkan. Kita ingin perputaran ekonomi benar-benar hidup,” jelasnya.

Ibrahim Ali berharap festival ini menjadi simbol bahwa budaya dan ekonomi dapat berjalan beriringan. Seni tari dapat mengangkat identitas daerah, sementara pergerakan masyarakat dan UMKM diharapkan mampu mendongkrak ekonomi lokal.

“Kita ingin acara ini meriah, bermanfaat, dan tentu membawa dampak ekonomi bagi masyarakat Tana Tidung. Ini ruang bagi UMKM kita untuk naik kelas,” tutupnya.

Gelar Festival Tari Pesisir, Bupati Tana Tidung Tegaskan Tak Pungut Pajak UMKM

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung mendukung penuh perputaran ekonomi masyarakat lokal di Festival Tari Pesisir dan Pedalaman.Dukungan ini dibuktikan dengan hadirnya 99 gerai UMKM lokal yang tak dipungut biaya selama pelaksanaan Festival Tari.

Dalam persiapannya nampak puluhan tenda UMKM lokal ini telah terpasang berjejer di area RTH Djoesoef Abdullah, Jalan Perintis, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara(Kaltara).

Ia mengatakan pelaksanaan acara yang nantinya dihibur penyanyi Budi Doremi dan Charly Van Houten ini akan sangat meriah, lantaran peserta lomba tari kreasi akan diikuti seluruh perwakilan lima kabupaten/kota di Kaltara.

“Semua kabupaten kota jadi semua peserta ada yang dari Malinau, Nunukan, Bulungan dan Tarakan juga ada jadi se-Kaltara jadi pasti akan ramai,” Ujarnya.

Meskipun akan menjadi peluang besar dalam mendongkrak perekonomian, Ibrahim Ali mengaku tidak menargetkan untuk fokus pada pemasukan daerah.

“Kalau untuk jadi pendapatan daerah, kita tidak mematok target karena ini agenda tahunan,” tuturnya.

Keterlibatan pelaku UMKM dalam acara besar Kabupaten Tana Tidung di tahun 2025 ini tentu menjadi kesempatan untuk mendapat peruntungan dari pengunjung.

“Jadi kita memberikan kesempatan kepada UMKM lah mudah-mudahan dengan datangnya orang untuk menonton hiburan mereka juga bisa belanja dan lain-lain kalau untuk target tertentu kita tidak juga lah,” pungkasnya.

Peringati HKN Ke 61 Balai Karantina Kesehatan Kelas I Kota Tarakan Lakukan Penanaman Pohon

Kaltaraterkini.co.id, KOTA TARAKAN – Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Balai Karantina Kesehatan Kelas I Kota Tarakan menggelar berbagai kegiatan kesehatan dan penghijauan pada Jumat, 21 November 2025.

Dengan tema “Generasi Sehat, Masa Depan Sehat” Rangkaian acara HKN meliputi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), Senam Sehat, serta penanaman pohon.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya yang datang sejak pagi mulai Senam Sehat hingga pemeriksaan Kesehatan Gratis.

Senam ini bertujuan meningkatkan kebugaran, sekaligus mengajak masyarakat membiasakan aktivitas fisik sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Puncak kegiatan di tanyain dengan penanaman pohon Sebanyak 61 batang pohon ditanam sebagai simbol peringatan HKN yang ke-61, sekaligus upaya mendorong program penghijauan berkelanjutan di lingkungan Kota Tarakan.

Kepala Balai Karantina Kesehatan Kelas I Tarakan, dr. Aryanti, MM., MKM., dalam sambutannya mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa peringatan HKN bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat serta bentuk komitmen dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan.

“Saya yakin apa yang kita laksanakan hari ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan kita, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan bagi kita semua. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau tenaga medis,” ungkapnya.

dr. Aryanti menambahkan bahwa program penanaman pohon juga memiliki makna penting, karena isu kesehatan tidak dapat dipisahkan dari kualitas lingkungan. Penghijauan, menurutnya, merupakan langkah sederhana namun berdampak besar dalam jangka panjang.

Pelaksanaan kegiatan ini turut melibatkan sejumlah stakeholder, di antaranya Bandara Juwata Tarakan, PMI Cabang Tarakan, serta berbagai instansi dan komunitas lain yang memiliki perhatian terhadap isu kesehatan dan lingkungan.

“Wujud kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat, peduli, dan tangguh.”ujarnya

Dengan adanya kegiatan ini, Balai Karantina Kesehatan Kelas I Tarakan berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, baik melalui pemeriksaan rutin, pola hidup aktif, maupun kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Kota Tarakan.”tutupnya

Pemkab Tana Tidung Gelar Diseminasi Kebijakan untuk Optimalkan Potensi Daerah

Kaltaraterkini.co.id, KABUPATEN TANA TIDUNG – APemerintah Kabupaten Tana Tidung menggelar Kegiatan Diseminasi Kebijakan dan Program Pembangunan dari instansi-instansi vertikal sebagai upaya mengoptimalkan potensi serta sumber daya daerah. Acara tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri, S.Pd., dan berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati pada Rabu (19/11).

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah perwakilan instansi vertikal, di antaranya Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Kalimantan Utara (BPBPK), Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan Tanjung Selor, Kepala Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Kalimantan Utara, serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, para camat, dan seluruh kepala desa se-Kabupaten Tana Tidung.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sabri, S.Pd., menekankan pentingnya kegiatan diseminasi sebagai sarana untuk memperdalam pemahaman mengenai arah pembangunan nasional serta berbagai kebijakan prioritas yang harus direspons oleh pemerintah daerah.

Ia juga menekankan bahwa melalui kegiatan ini, berbagai peluang program dan dukungan anggaran dari instansi vertikal dapat diidentifikasi dan dimanfaatkan secara optimal. Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sabri juga menerima sertifikat penghargaan atas pencapaian Kabupaten Tana Tidung dalam Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting se-Kalimantan Utara Tahun 2025.

Penghargaan ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam upaya mengurangi angka stunting secara berkelanjutan. Kegiatan diseminasi ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Tana Tidung menuju daerah yang lebih mandiri dan berdaya saing. (hms)

Pemkab Tana Tidung Gelar Diseminasi Program Pembangunan

Tana Tidung – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung menggelar diseminasi kebijakan dan program pembangunan dari instansi vertikal untuk mengoptimalkan potensi serta sumber daya daerah. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri.Acara dihadiri Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Kalimantan Utara (BPBPK), Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan Tanjung Selor, Kepala Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Kalimantan Utara, kepala OPD, camat, dan seluruh kepala desa se-Kabupaten Tana Tidung.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sabri menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap arah pembangunan nasional, prioritas kebijakan yang harus direspons daerah, serta peluang program dan anggaran yang dapat dimanfaatkan.

“Melalui diseminasi ini, kita tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga membangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dengan instansi vertikal. Hal ini sangat penting untuk memastikan program pembangunan berjalan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peserta turut memberikan masukan, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta menyiapkan data yang dibutuhkan untuk pengusulan kegiatan ke instansi vertikal.

“Keberhasilan pembangunan adalah tanggung jawab bersama dan kemandirian daerah menjadi kunci masa depan,” tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat koordinasi antar-pemangku kepentingan, meningkatkan efektivitas program pembangunan, serta memastikan implementasi kebijakan nasional berjalan optimal di tingkat kabupaten.

Perkuat Kemitraan Program Kementrian Pemkab Tana Tidung Sambut Kedatangan Balai P3KP Kalimantan II

Tana Tidung – Balai P3KP Kalimantan II melalui Satker Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kalimantan Utara, melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Bupati dan Kantor Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Rabu, 20 November 2025.

Kedatangan tim Satker PKP Kaltara ke kantor bupati, disambut baik oleh Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali. Di dua pertemuan berbeda tersebut, menjadi ruang diskusi demi memperkuat pengusulan berbagai program Kementerian PKP di wilayah Kabupaten Tana Tidung.

Dalam silaturahmi dan sosialisasi ini, tim Satker PKP Kaltara menyampaikan mengenai alur dan beberapa program prioritas di Kementerian PKP. Diantaranya, 3 Juta Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), strategi penanganan permukiman kumuh, penyediaan hunian layak bagi masyarakat MBR melalui mekanisme BSPS, program penanganan sanitasi, peningkatan kualitas permukiman dan bantuan PSU.

Kepala Satuan Kerja (Satker) PKP Kaltara, Juan Nugraha, memaparkan alur, mekanisme, dan prioritas program Kementerian PKP. Di antaranya Program 3 Juta Rumah, Penanganan permukiman kumuh, Kebijakan nasional penyediaan hunian layak, Skema BSPS melalui SIBARU,Program sanitasi, peningkatan kualitas permukiman, bantuan PSU, serta arah rencana pagu tahun 2026.Kasatker Juan menegaskan pentingnya kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah. Ia mengatakan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerjasama antar berbagai pihak, terutama dari dinas provinsi atau kota/kabupaten.

“Keselarasan langkah antara pusat dan daerah merupakan faktor utama agar program-program di Kementerian PKP berjalan efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap pemerintah daerah Tana Tidung melakukan pendataan yang sesuai dengan kriteria, yang kedepannya bisa diusulkan ke pusat dan diproses,” ujarnya.

Pertemuan ini berlangsung dengan antusias dan penuh komitmen. Bupati dan Dinas Perkim Tana Tidung menyatakan kesiapan mendukung dan mengawal program 3 juta rumah, serta agenda di Kementerian PKP.

Jelang Festival Tari Kreasi Daerah, Pemkab Tana Tidung Pastikan Keamanan Pelaksanaan Festival

Kaltaraterkini.co.id, KABUPATEN TANA TIDUNG -Menjelang pelaksanaan Festival Tari Kreasi Daerah dan sejumlah kegiatan hiburan lainnya, Pemkab Tana Tidung memastikan pengamanan diperketat.‎‎Lebih dari 100 personel gabungan disiagakan untuk mengawal jalannya agenda yang diprediksi menyedot ribuan pengunjung.‎‎Plt Kasatpol PP sekaligus Kadishub Tana Tidung, M. Arief Prasetiawan, telah memimpin langsung rapat koordinasi lintas instansi yang melibatkan Dishub, Satpol PP, Polres, PMK, bagian umum, serta unsur TNI dari Kodim dan Koramil.

‎Pertemuan ini membahas detail teknis mulai pemetaan lokasi, pola pengamanan, hingga rekayasa arus lalu lintas.‎‎

“Estimasi totalnya lebih dari seratus personel. TNI sekitar 20 personel, Satpol PP 30 personel, Dishub 20–30 personel. Untuk Polres masih menunggu penyesuaian dari Polda,” kata Arief.‎‎

Dua pos keamanan didirikan: satu di depan pasar, satu lagi di dalam area utama.‎Pos luar difokuskan pada pengaturan arus pengunjung dan kendaraan, sementara pos dalam memantau keramaian di pusat kegiatan.

‎Festival tahun ini juga diramaikan pasar malam dari Tanjung Selor. Seluruh aktivitas ditempatkan di belakang KPU. Pemkab menerapkan skema berbeda dibanding tahun sebelumnya, penutupan total bahu jalan Inhutani untuk memisahkan kerumunan pejalan kaki dari jalur kendaraan.‎

“Risikonya memang ada pengalihan arus, tapi keselamatan pengunjung lebih utama,” ujarnya.‎

Kendaraan roda empat diarahkan ke PKL di Jalan Perintis. Roda dua dipusatkan di sepanjang Inhutani depan KPU yang mampu menampung sekitar 500 unit.

Jika terjadi lonjakan saat puncak acara, Pemkab menyiapkan kantong parkir tambahan di halaman pasar, depan pendopo, dan area SMA.‎‎ Arief juga mengimbau masyarakat berhati-hati saat meninggalkan rumah untuk menghadiri kegiatan.‎‎

“Pastikan kompor dimatikan, pintu-jendela terkunci. Jangan beri peluang tindak kriminal memanfaatkan momen keramaian,”pungkasnya.

‎Pemkab memastikan koordinasi lintas instansi tetap berjalan melalui saluran komunikasi khusus yang telah dibentuk. “Semua skema pengamanan sudah disiapkan. Tinggal kita laksanakan di lapangan,” pungkasnya.

Pemkab Tana Tidung dan PN Tanjung Selor Perkuat Sinergi Kelembagaan

Tana Tidung – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung terus memperkuat kemitraan lintas lembaga demi peningkatan pelayanan publik. Hal itu terlihat dalam kunjungan kerja dan silaturahmi sekaligus penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Pemkab Tana Tidung dan Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Selor yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati.

Bupati Tana Tidung menyambut langsung kedatangan Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Selor. Pertemuan tersebut menjadi sarana untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membahas berbagai isu hukum dan administrasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pengadilan di wilayah Tana Tidung.

Menurut Bupati, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga peradilan merupakan bagian penting dalam memastikan pembangunan daerah berjalan secara berkeadilan. Kolaborasi yang kuat diyakini mampu mendukung terciptanya pelayanan hukum yang efektif bagi masyarakat.

“Kerja sama ini sangat penting untuk memastikan pelayanan publik, khususnya di bidang hukum, dapat berjalan baik dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat Tana Tidung,” ujar Bupati.

Kunjungan ini juga sekaligus menjadi momen perkenalan Ketua PN Tanjung Selor yang baru dilantik beberapa hari sebelumnya. Ia menegaskan komitmen pengadilan untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah daerah.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi antar lembaga. Dengan kolaborasi yang baik, pelayanan hukum dapat berjalan lancar, profesional, dan berlandaskan prinsip keadilan,” ungkap Ketua PN.

Penandatanganan NPHD menjadi salah satu langkah nyata Pemkab Tana Tidung dalam memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tugas lembaga peradilan. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas PN Tanjung Selor dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Tana Tidung.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan komunikatif ini menandai komitmen kedua pihak untuk melanjutkan kolaborasi berkelanjutan demi terwujudnya pelayanan publik yang lebih berkualitas.

Bupati Tana Tidung Ikuti Rakor Nasional Penataan Tata Ruang dan Lahan Pangan

Tana Tidung- Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali didampingi perangkat dinas terkait, mengikuti Rapat Koordinasi Pembahasan Penataan Ulang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Alih Fungsi Lahan, Lahan Baku Sawah, Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), dan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) melalui zoom meeting.

Rapat berlangsung di Ruang Rapat Bupati Tana Tidung.Rapat koordinasi tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri.

Kegiatan tersebut menghadirkan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia untuk menyelaraskan arah kebijakan penataan ruang dan pengamanan lahan pangan di daerah.

Dalam rapat tersebut, Kemendagri menekankan pentingnya konsolidasi data dan sinkronisasi regulasi tata ruang daerah agar sejalan dengan kebutuhan nasional, terutama dalam mengantisipasi alih fungsi lahan strategis serta menjaga keberlanjutan lahan pangan di setiap wilayah.

Ibraim Ali menyampaikan komitmennya dalam mendukung kebijakan nasional terkait perlindungan ruang dan lahan pertanian. Menurutnya, konsistensi dalam menjaga kawasan pangan berkelanjutan merupakan aspek penting bagi ketahanan pangan dan arah pembangunan jangka panjang di daerah.

Rakor ini juga membahas langkah penguatan pengawasan, pengendalian pemanfaatan ruang, serta mekanisme pembaruan rencana tata ruang yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah.Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung berharap hasil pembahasan dapat menjadi acuan dalam menghadirkan tata ruang daerah yang lebih akurat, adaptif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan.

Dampak Pemotongan TKD Bupati Tana Tidung Pangkas TPP ASN, Prioritaskan Pembangunan Ekonomi Masyarakat

Kaltaraterkini.co.id, KABUPATEN TANA TIDUNG – Kebijakan Pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat untuk tahun anggaran 2026 membuat hampir semua Pemerintah Daerah(Pemda) diseluruh Indonesia, harus berhitung ulang.

Tak terecuali dengan Pemkab Tana Tidung, yang selama ini dikenal memiliki TPP tertinggi di Provinsi Kalimantan Utara(Kaltara), juga tidak luput dari imbas kebijakan Nasional tersebut.

Di tengah tekanan fiskal yang semakin kuat, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung akhirnya mengambil langkah berani namun tidak mudah, yaknk memangkas sebagian TPP ASN hingga 40 persen yang akan terjadi pada tahun 2026 mendatang.

Keputusan ini diumumkan Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, dengan nada terbuka namun tetap berusaha menjaga ketenangan para pegawainya. Dalam sebuah pertemuan bersama ASN, ia berdiri di hadapan para pegawai yang menatap penuh campuran harap dan cemas.

“Pemotongan TPP itu hal yang wajar dalam situasi seperti ini. Tapi Alhamdulillah, TPP Kabupaten Tana Tidung masih cukup tinggi dibandingkan daerah lain. Tidak ada kepala daerah yang ingin membuat kebijakan sembarangan,” Kata Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali.

Ia menjelaskan bahwa keputusan itu tidak lahir dalam semalam. Tim anggaran telah melakukan simulasi demi simulasi, mencari ruang-ruang efisiensi tanpa harus mengorbankan pelayanan kepada masyarakat. Pada akhirnya pilihan yang tersedia semakin sempit.

“Kita harus mengamankan program pelayanan publik. Kepentingan masyarakat harus kita dahulukan,” ujarnya.

Selain itu, Bupati Ibrahim Ali juga menegaskan bahwa meski mengalami pemangkasan, angka TPP di Tana Tidung masih berada pada level yang cukup tinggi.

“Saya sudah sampaikan kepada teman-teman ASN. Meski terpotong, kita masih berada di posisi yang aman. Non eselon saja masih di angka Rp 4,9 juta, sementara eselon III masih sekitar Rp 7 jutaan,” jelasnya.

Baginya, transparansi menjadi kunci. Masyarakat harus tetap mendapatkan pelayanan yang terbaik, sementara ASN sebagai tulang punggung pemerintahan tetap mendapat penghargaan yang layak atas kerja keras mereka.Pemotongan 40 persen ini bersifat sementara. Kondisi fiskal nasional yang sedang menyesuaikan anggaran menjadi penyebab utamanya.

“Tidak apa-apa, ini kan hanya sementara saja. Ini imbas dari efisiensi nasional. Mudah-mudahan kondisi ini bisa berubah seiring membaiknya APBN,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa ASN harus tetap berada dalam satu garis kebijakan dengan pemerintah pusat.“Kita sebagai bawahan harus mengawal kebijakan Bapak Presiden. Karena ini memang kebijakan nasional. Baik Bupati maupun Kepala Daerah wajib mengikuti dan menjalankannya,” tegasnya.

Sementara itu, dari berbagai sudut kantor pemerintahan, terlihat banyak ASN mulai menyesuaikan rencana keuangan keluarga mereka. Ada yang mencoba menghitung ulang pengeluaran bulanan, ada pula yang optimis bahwa kondisi ini hanya fase sementara.

Namun satu hal yang pasti, para ASN memahami bahwa roda pemerintahan harus tetap berjalan. Dalam situasi sulit sekalipun, mereka tetap hadir, membuka buku agenda, menghadiri rapat, dan melayani masyarakat seperti biasa.

Di tengah tantangan fiskal dan perubahan kebijakan nasional, Kabupaten Tana Tidung terus berupaya berdiri tegak. Keputusan pemangkasan TPP mungkin terasa berat, tetapi pemerintah daerah meyakini bahwa kebijakan ini adalah langkah untuk menjaga stabilitas dan memastikan pelayanan masyarakat tidak terabaikan.Bagi Bupati Ibrahim Ali, tugas utamanya bukan hanya mengambil keputusan, tetapi juga memastikan bahwa setiap langkah dipahami, diterima, dan dijalankan bersama.