Beranda blog Halaman 45

Pastikan Program Pembangunan Transparan Pemkab Tana Tidung Tandatangani Pakta Integritas Bersama Kejari Bulungan

Kaltaraterkini.co.id, TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung menandatangani Pakta Integritas bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan di ruang rapat Wakil Bupati Tana Tidung.

Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Ibrahim Ali, S.P. dan Kepala Kejari Bulungan Yopi Adriansyah, S.H., M.H., disaksikan jajaran pejabat daerah.Kegiatan ini merupakan bagian dari kunjungan kerja Kejari Bulungan untuk memperkuat pendampingan hukum dan pengawasan pelaksanaan program pembangunan di daerah.

Turut hadir dalam acara Sekretaris Daerah, Inspektur, Kepala DPUPRPKP, Kepala Disdikbud, Kepala Dinkes, dan Kepala Pelaksana BPBD Tana Tidung.Bupati Ibrahim Ali menyampaikan apresiasi atas pendampingan hukum yang diberikan Kejaksaan.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam memastikan setiap program pembangunan berjalan sesuai aturan dan bebas dari penyimpangan.

“Penandatanganan Pakta Integritas ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah tekad bersama bahwa setiap kebijakan dan program pembangunan harus dijalankan dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas,” ujar Bupati Ibrahim.

Kepala Kejari Bulungan, Yopi Adriansyah, menegaskan komitmen pihaknya untuk mendampingi Pemkab Tana Tidung dalam setiap kegiatan pembangunan.Kepala Kejari Bulungan, Yopi Adriansyah, menegaskan komitmen pihaknya untuk mendampingi Pemkab Tana Tidung dalam setiap kegiatan pembangunan.

“Kejaksaan hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Pendampingan ini penting agar setiap program berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai aturan. Pencegahan jauh lebih baik daripada penindakan,” kata Yopi.

Acara diakhiri dengan diskusi bersama tentang langkah-langkah strategis penguatan integritas birokrasi serta pencegahan potensi masalah hukum di Kabupaten Tana Tidung. Penandatanganan Pakta Integritas ini diharapkan menjadi pijakan awal untuk tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.

Bupati Ibrahim Ali Minta Auditorium Pendidikan Diberi Nama Haji Udunsyah

Tana Tidung – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung saat ini tengah mempersiapkan pembangunan auditorium pendidikan yang akan menjadi salah satu fasilitas penunjang kegiatan pendidikan dan kebudayaan di daerah.

Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, mengatakan pembangunan auditorium tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Tana Tidung dalam memperkuat infrastruktur pendidikan yang representatif dan multifungsi.

“Sekarang kita ada proses pembangunan juga yang akan menjadi auditorium pendidikan,” ujar Bupati Ibrahim Ali.

Pembangunan auditorium ini sendiri dilakukan di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Tana Tidung tidak jauh dari Bundaran HU (Haji Undunsyah).

Kawasan Puspem memiliki luas lahan 404 hektar yang saat ini sedang dilakukan pembangunan kantor pemerintahan dan kantor DPRD, serta yang baru saja dikerjakan yaitu auditorium pendidikan.

lahan auditorium pendidikan Tana Tidung Ibrahim Ali menyebut, selain berfungsi sebagai pusat kegiatan pendidikan, gedung tersebut juga akan menjadi simbol penghormatan kepada tokoh presidium dan Bupati pertama Tana Tidung, almarhum Haji Undunsyah.

“Kemarin kita sudah diskusi dengan teman-teman untuk menghargai mendiang tokoh presidium kita, bupati pertama. Jadi nanti auditorium pendidikan itu akan kita beri nama Auditorium Haji Undunsyah,” pungkasnya.

Melalui SE Bupati Pemkab Tana Tidung Atur Ulang Jadwal Pakaian Dinas ASN

Tana Tidung – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung menetapkan jadwal baru penggunaan pakaian dinas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Surat Edaran Bupati Tana Tidung Nomor 249 Tahun 2025 tentang Penyesuaian Pakaian Dinas ASN.

Aturan ini disampaikan melalui unggahan resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tana Tidung, dan mulai diterapkan untuk memastikan keseragaman sekaligus meningkatkan profesionalitas ASN di lingkungan pemerintahan daerah

.Dalam surat edaran tersebut, ASN diwajibkan mengenakan seragam khaki pada hari Senin dan Selasa, kemeja putih dengan bawahan hitam pada hari Rabu, serta pakaian batik, tenun, atau busana khas daerah pada hari Kamis dan Jumat.

“Pakaian batik juga digunakan saat peringatan Hari Batik Nasional,” terang Diskominfo Tana Tidung.

Selain itu, pakaian Korpri akan dikenakan pada kegiatan resmi seperti upacara Hari Ulang Tahun Korpri dan rapat Korpri.Diskominfo menambahkan, penyesuaian aturan berpakaian ini diharapkan dapat menumbuhkan disiplin, memperkuat citra ASN yang profesional, serta mencerminkan nilai-nilai integritas dalam bekerja.

“ASN diharapkan tetap tampil rapi, sopan, dan menunjukkan semangat kerja yang berAKHLAK,” pungkasnya.

Pemkab Tana Tidung Lepas Peserta FTBI Tingkat Kaltara

Kaltaraterkini.co.id, TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung melepas peserta Festival Tunas Bahasa Ibu ( FTBI ) jenjang SD dan SMP sederajat tingkat Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2025, di Pelabuhan Keramat Tideng Pale.

Pelepasan peserta FTBI dilakukan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Tana Tidung, Mohd Idham Nur, mewakili Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali.Turut hadir Plt. Kepala Disdikbud Tana Tidung, Arman Jauhari, Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar, Jumadilriansyah, pengawas sekolah, guru pembina, serta para peserta yang akan berlaga di Balai Bahasa Kalimantan Timur, Kota Tarakan.

Dalam sambutannya, Mohd Idham menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang telah mempersiapkan peserta, mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) hingga para guru pembina yang telah membimbing dengan penuh dedikasi.

“Usaha dan dedikasi bapak/ibu merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap pelestarian bahasa dan budaya daerah Kabupaten Tana Tidung,” ujar Mohd Idham.I

a juga memberikan motivasi kepada para peserta yang akan berjuang di tingkat provinsi, agar senantiasa menjaga semangat, sportivitas, dan rasa bangga membawa nama daerah.

“Selamat berjuang, tunjukkan kemampuan terbaik kalian. Menang atau kalah bukan tujuan utama, yang terpenting adalah semangat belajar, berkarya, dan melestarikan bahasa ibu kita sendiri,” pungkasnya.

Pemkab Tana Tidung Dukung Wacana Pembangunan Pabrik Minyak Goreng di Kaltara

Tana Tidung – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan pabrik minyak goreng di Provinsi Kalimantan Utara.

Dukungan ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri, saat menghadiri rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, di Tarakan belum lama ini.

Menurut Sabri, kehadiran pabrik minyak goreng di wilayah Kaltara merupakan langkah strategis untuk mendorong hilirisasi industri kelapa sawit.

“Selama ini Kalimantan Utara dikenal sebagai penghasil bahan mentah. Dengan adanya pabrik minyak goreng, kita bisa meningkatkan nilai tambah dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” kata Sabri.

Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat, serta para bupati dan wakil bupati se-Kalimantan Utara.

Pertemuan itu menjadi momentum untuk menyatukan komitmen daerah dalam mempercepat hilirisasi industri sawit di tingkat provinsi.

Sabri menilai, pembangunan pabrik minyak goreng tidak hanya akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga akan memperkuat posisi petani sawit.

“Jika hilirisasi berjalan, petani akan menikmati harga tandan buah segar yang lebih stabil karena produk mereka diolah di daerah sendiri,” ujarnya.I

a menegaskan, Pemkab Tana Tidung siap berperan aktif mendukung langkah pemerintah provinsi dan kementerian dalam merealisasikan rencana tersebut.

“Kita tentu berharap pembangunan pabrik ini segera terealisasi. Ini bukan hanya proyek industri, tetapi bagian dari upaya bersama meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltara,” tutupnya.

Dinilai Bahayakan Pengguna Jalan Bupati Tana Tidung Bakal Tertibkan Penampungan Sawit di Pinggir Jalan Poros Tana Tidung

Tana Tidung – Keberadaan penampungan sawit yang berada tepat di pinggir jalan poros Tana Tidung membuat Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, angkat bicara. Ia menilai kondisi tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan para pengguna jalan.

“Sudah saya perintahkan Dinas Perhubungan untuk menertibkan. Kemarin kita sudah tindak cukup keras. Namun karena lokasi itu berada di areal hutan produksi yang izinnya milik PT Adindo, kita memang tidak bisa langsung ikut campur lebih dalam,” tegas Bupati.

Menurutnya, selain lokasi penampungan, aktivitas tumpahan sawit di jalan aspal juga menambah risiko kecelakaan. Jalan yang licin bercampur lumpur, ditambah buah sawit yang berhamburan, membuat pengendara rawan tergelincir.

“Itu minyak, jadi sangat berbahaya. Kita khawatir kalau ada kendaraan oleng. Ini harus menjadi perhatian serius,” tambahnya.

Bupati Ibrahim juga menyoroti keberadaan truk-truk angkutan sawit yang kerap merusak kondisi jalan poros. Ia mencontohkan kerusakan jalan di sekitar Desa Sebawang yang mulai tampak parah sampai ke daerah puspem akibat lalu lintas kendaraan berat.

“Saya sudah minta Kadis PUPR untuk mencari solusi, apakah bisa dialihkan ke jalan hauling milik PT Adindo. Kita akan bersurat resmi ke perusahaan agar persoalan ini segera ditangani,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan perlunya penerapan sanksi terhadap aktivitas penampungan maupun angkutan sawit yang merugikan masyarakat dan merusak fasilitas umum.

“Harusnya ada sanksi, sesuai aturan Perda yang berlaku. Kita akan lebih tegas soal ini,” pungkasnya.

Peringati Hari Batik Nasional 2025 Wabup Tana Tidung Dorong Generasi Milenial Ikut Promosikan Batik Khas Suku Tidung

Tana Tidung – Peringatan Hari Batik Nasional dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung untuk menanamkan kecintaan terhadap batik khas daerah. Wakil Bupati Sabri mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk mengenakan batik setiap Kamis sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian budaya lokal.

Momentum ini juga dijadikan kesempatan untuk memperkenalkan motif-motif batik Tana Tidung kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan daerah.

“Batik bukan sekadar pakaian, tetapi bagian dari identitas dan warisan budaya bangsa. Mari kita lestarikan budaya ini, terutama melalui penggunaan batik dalam kehidupan sehari-hari. ASN di Pemkab Tana Tidung diwajibkan memakai batik khas daerah setiap Kamis,” ujar Sabri.

Menurutnya penerapan kebijakan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga tradisi.

“Dengan memulai dari ASN, kita memberikan contoh nyata kepada masyarakat. Tradisi memakai batik setiap Kamis sudah berjalan di Tana Tidung, sehingga kita semua bisa bersama-sama melestarikan motif Tidungyang khas dan penuh makna,” jelasnya.

Wabup Sabri menambahkan batik Tana Tidung memiliki kualitas yang tak kalah dengan daerah lain. Dari sisi bahan, motif, hingga harga, batik lokal ini mampu bersaing dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat.

“Batik Tana Tidung adalah warisan budaya tak benda Indonesia yang telah diakui UNESCO. Kita harus menjaga dan mempromosikannya agar tetap lestari, bukan hanya di lingkungan pemerintahan, tapi juga di masyarakat luas,” ujarnya.

Selain itu, Sabri mendorong agar batik Tana Tidung lebih dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

“Kita bisa mengadakan festival batik, lomba desain, dan kegiatan edukasi bagi generasi muda agar mereka memahami nilai sejarah dan filosofi di balik setiap motif. Dengan begitu, batik Tana Tidung tidak hanya menjadi pakaian formal, tapi juga sarana edukasi dan promosi budaya,” imbuhnya.

Wabup Sabri juga menekankan bahwa pelestarian batik merupakan bagian dari penguatan identitas bangsa di era modern.“Di tengah globalisasi, generasi muda harus tetap mengenal dan menghargai budaya lokal. Dengan memakai batik, mereka tidak hanya menghormati sejarah, tetapi juga memperkuat jati diri sebagai anak bangsa,” tutupnya.

Terdampak Pemangkasan TKD Bupati Tana Tidung Tetap Prioritaskan Komitmen Janji Politik

Kaltaraterkini.co.id, TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung mulai melakukan pemetaan ulang anggaran setelah muncul kabar adanya pemangkasan transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali menegaskan, program prioritas yang menjadi janji politik tetap akan diakomodir meski terjadi pengurangan.

“Yang pasti saya dengan Pak Wabup, Pak Sekda selaku ketua TAPD, saya sudah perintahkan untuk coba petakan. Yang perlu diakomodir pertama itu adalah yang menjadi janji politik kami yang tertuang dalam visi misi dan lima program kita,” kata Ibrahim Ali.

Ibrahim Ali menegaskan, porsi untuk program utama tidak boleh berkurang. Penyesuaian akan dilakukan pada pos-pos lain, termasuk belanja operasional.

“Yang pasti itu jangan dikurangi porsinya karena kita juga sudah menghitung. Yang penting kita rampingkan, kita minta pemahaman, mungkin dari TPP kita hitung kembali,” ujarnya.

Menurut Ibrahim, Tana Tidung termasuk salah satu daerah dengan nilai TKD cukup besar di Kaltara. Karena itu, dampak pemangkasan juga akan lebih besar dirasakan.

“Memang harus dipahami karena Tana Tidung ini masuk 10 besar yang transfer TKD-nya tertinggi se-Indonesia, jadi di Kaltara mungkin yang paling besar pemotongan TKD-nya,” jelasnnya lagi.

“Kita belum tahu berapa besarannya karena TKD-nya belum turun. Jadi kita tunggu saja, tapi kalau informasinya hampir 60-an persen kalau tidak salah,” pungkasnya.

Dongkrak Mutu Pendidikan Pemkab Tana Tidung Teken Penguatan Mou Bersama UM

Kaltaraterkini.co.id, KABUPATEN TANA TIDUNG – Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan kembali ditunjukkan Universitas Negeri Malang (UM) dengan memperluas kerja sama bersama Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Graha Rektorat UM.

kedua pihak sepakat mendorong program pendidikan unggulan dan pembelajaran jarak jauh.Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tana Tidung, Arman Jauhari, S.H., menyebut PKS ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani Bupati Tana Tidung pada 2024.

“Hari ini ada dua PKS yang kita tandatangani, yaitu program Sekolah Unggul Masuk Desa dan pembelajaran jarak jauh. Kami berharap keduanya dapat meningkatkan kompetensi guru dan peserta didik di Tana Tidung,” ujarnya.

Program Sekolah Unggul Masuk Desa akan menunjuk sepuluh SD dan SMP sebagai sekolah percontohan. Sekolah ini diharapkan mampu melahirkan produk unggulan sekaligus meningkatkan mutu peserta didik. Saat ini, sebanyak 40 guru Tana Tidung tengah menempuh pendidikan S2 di UM dan akan kembali mengajar di sekolah percontohan tersebut setelah lulus pada 2026.

Adapun program pembelajaran jarak jauh akan dikelola langsung oleh unit yang disiapkan UM. Skema ini dinilai strategis karena mampu menekan biaya pendidikan, khususnya bagi daerah terpencil, sekaligus memperluas akses peningkatan kompetensi guru dan tutor di wilayah Tana Tidung.Arman menambahkan, PKS disusun berdasarkan tahun anggaran dan akan dievaluasi pada akhir 2025.

“Jika hasilnya signifikan, program akan berlanjut pada 2026 dengan kemungkinan melibatkan pemerintah desa,” tegasnya.

Sinergi UM dan Pemkab Tana Tidung ini dipandang sebagai langkah nyata dalam mengejar ketertinggalan pendidikan di Kalimantan Utara. Selain mendukung peningkatan mutu guru dan peserta didik, kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Tana Tidung yang lebih maju dan berdaya saing.

Coffe Break Bersama Insan Media Kominfo Tana Tidung dorong Keterbukaan Informasi Publik

Kaltaraterkini.co.id, KABUPATEN TANA TIDUNG – Perkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tana Tidung, Mashuri, mengadakan pertemuan santai dengan media lokal, sekaligus menerima masukan terkait keterbukaan informasi dan pelayanan publik.Pertemuan yang berlangsung di ruang Kadis Kominfo ini menjadi momen penting bagi pemerintah daerah untuk berdialog langsung dengan awak media, yang berperan sebagai penghubung informasi antara pemerintah dan masyarakat.

Mashuri menekankan sinergi antara pemerintah dan media sangat krusial untuk memastikan program-program pemerintah tersampaikan secara tepat dan akurat.

“Media bukan hanya penyampai informasi, tetapi mitra strategis kami. Informasi yang akurat dan berimbang akan membantu masyarakat memahami setiap kebijakan dan program yang dijalankan pemerintah,” kata Mashuri.

Mashuri memaparkan berbagai program Kominfo yang sedang berjalan, termasuk upaya digitalisasi pelayanan publik, peningkatan akses informasi bagi masyarakat, dan penguatan sistem komunikasi internal antar-OPD.

Ia berharap media dapat membantu menyosialisasikan program tersebut sehingga manfaatnya lebih dirasakan oleh masyarakat.Selain itu, Mashuri membuka sesi diskusi interaktif. Beberapa jurnalis memberikan masukan dan harapan, seperti kemudahan akses konfirmasi dari OPD, transparansi data publik, serta perhatian terhadap kesejahteraan jurnalis daerah.Mashuri menanggapi semua masukan dan menegaskan akan menindaklanjuti setiap saran agar komunikasi pemerintah dan media semakin lancar.

“Pertemuan seperti ini penting untuk membangun saling pengertian dan kepercayaan. Kami ingin memastikan setiap informasi yang keluar dari pemerintah valid, bisa dipertanggungjawabkan, dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Mashuri juga menekankan, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi harus dimanfaatkan untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah. Dengan pendekatan kolaboratif ini, Kominfo berharap bisa meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan di tingkat lokal.

“Kami berharap pertemuan ini menjadi awal dari komunikasi yang lebih terbuka dan berkesinambungan antara pemerintah dan media. Dengan begitu, masyarakat Tana Tidung bisa menerima informasi yang akurat dan program pembangunan bisa lebih tepat sasaran,” pungkasnya.