Beranda blog Halaman 46

Peringati Harhubnas 2025, Dishub Tana Tidung Gelar Jalan Santai, Senam dan Bagi Sembako

Dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional Tahun 2025, Dinas Perhubungan Kabupaten Tana Tidung menggelar sejumlah kegiatan yang dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) H. Joesoef Abdullah hingga Pelabuhan Keramat.

Rangkaian acara diawali dengan jalan santai yang mengambil start di RTH H. Joesoef Abdullah dan finish di Pelabuhan Keramat. Kegiatan ini dilepas langsung oleh Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri, didampingi Sekretaris Daerah, para Asisten, serta Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tana Tidung.Setibanya di Pelabuhan Keramat, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama, launching maskot dan slogan Dinas Perhubungan Kabupaten Tana Tidung, serta pembagian paket sembako untuk buruh pelabuhan dan jaket pelampung (life jacket) sebagai bentuk perhatian kepada keselamatan transportasi air.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sabri menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat di sektor perhubungan.

“Saya mengapresiasi kerja keras seluruh stakeholder di bidang perhubungan, mulai dari pengelola, operator, hingga masyarakat pengguna jasa transportasi. Kita harus terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan perhubungan agar semakin aman, nyaman, dan efisien,” ungkap Sabri.

Ia juga mengajak seluruh elemen untuk menjadikan Hari Perhubungan Nasional sebagai momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun sistem perhubungan yang andal dan berkelanjutan.

“Tak lupa, saya ucapkan terima kasih atas dedikasi dan kerja keras semua pihak. Semoga perhubungan di Kabupaten Tana Tidung semakin maju dan memberikan manfaat besar bagi kita semua,” pungkasnya.

Pemberdayaan Perempuan di Tana Tidung Lewat Pelatihan dan Dukungan Usaha Wajib Dilakukan Pada Usia Dini

Tana Tidung – Pemberdayaan perempuan menjadi salah satu fokus utama Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, Vamelia Ibrahim Ali, saat melaksanakan reses masa persidangan pertama tahun 2025 di Kabupaten Tana Tidung.Aspirasi yang dihimpunnya menunjukkan kaum perempuan di daerah ini memiliki semangat tinggi untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan, namun masih terbatas akses terhadap pelatihan dan peluang usaha.

Dalam pertemuan dengan kelompok ibu-ibu dan organisasi perempuan di Kecamatan Sesayap dan Betayau, Vamelia mendengarkan langsung keluhan serta harapan yang mereka sampaikan.

Mayoritas meminta dukungan berupa kursus keterampilan seperti memasak dan menjahit, serta bantuan sarana penunjang seperti mesin jahit, oven, dan peralatan usaha kecil lainnya.

“Mereka sebenarnya mau berdaya, tapi tidak punya peluang. Mereka ingin ada kursus, pelatihan, bahkan sampai dukungan alat untuk memulai usaha. Itu yang paling banyak disampaikan saat reses,” kata Vamelia.

Ia menilai, pemberdayaan perempuan tidak bisa berhenti pada pelatihan semata. Program-program yang digulirkan pemerintah daerah maupun provinsi harus disertai pendampingan agar hasilnya benar-benar memberi dampak nyata bagi ekonomi keluarga.

“Selama ini sering kali pelatihan hanya dilaksanakan sebatas formalitas. Setelah selesai, tidak ada tindak lanjut. Bantuan pun kadang diberikan tanpa ada pengawasan atau pembinaan. Akhirnya, potensi perempuan tidak berkembang maksimal. Ini yang saya koreksi agar ke depan ada kesinambungan,” ujarnya.

Vamelia menegaskan, perempuan memiliki peran besar dalam menopang kesejahteraan keluarga sekaligus mendukung visi pembangunan daerah. Menurutnya, jika perempuan diberdayakan dengan keterampilan dan akses usaha yang memadai, maka akan terjadi peningkatan ekonomi rumah tangga yang berdampak langsung pada pembangunan sosial maupun ekonomi Tana Tidung.

“Yang paling utama adalah bagaimana perempuan bisa berdaya dulu. Kalau mereka sudah berdaya, otomatis ekonomi keluarga akan meningkat. Dari situ, mereka bisa ikut mensukseskan visi-misi kepala daerah dalam membangun Tana Tidung,” tambahnya.

Politisi asal Tana Tidung ini juga menekankan pentingnya membuka peluang seluas-luasnya bagi kaum perempuan, baik melalui pelatihan rutin, dukungan modal usaha, hingga wadah pemasaran produk.Ia berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan program pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari strategi menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kemandirian masyarakat.

“Pemerintah perlu membuka peluang sebanyak-banyaknya, dari pelatihan hingga pemberian bantuan. Tapi jangan berhenti di situ. Harus ada follow up, ada monitoring, sehingga perempuan yang sudah dilatih benar-benar bisa mandiri,” tegas Vamelia.

Ia optimis, dengan dukungan pemerintah daerah, provinsi, serta komitmen bersama, perempuan di Tana Tidung bisa menjadi motor penggerak ekonomi keluarga sekaligus agen pembangunan sosial.

“Kalau perempuan diberdayakan, manfaatnya bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga bagi keluarga, lingkungan, dan daerah. Karena itu, saya mendorong agar semua aspirasi ini mendapat perhatian serius,” pungkasnya.

Pemkab Tana Tidung Lantik 554 PPPK Tahap I dan II

Tana Tidung – Sebanyak 554 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup wilayah Kabupaten Tana Tidung (KTT), telah dilantik dan menerima Surat Keputusan (SK) perjanjian kerja oleh Bupati Tana Tidung.

Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri, mengatakan adanya kehadiran PPPK ini tidak hanya menjadi sesuatu yang simbolis tetapi juga menambah amunisi dan semangat pembangunan di Tana Tidung sendiri.“Sehingga apa yang menjadi target dari setiap OPD bisa berjalan maksimal,” kata Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri.

Dia menambahkan, untuk penempatan PPPK sendiri mengikuti aturan yang ada. Di mana sebelumnya telah melalui proses kebutuhan di masing-masing OPD.

“Ini sudah ditetapkan sesuai kebutuhan OPD jadi tidak ada yang namanya mutasi, karena setiap PPPK yang ditempatkan di OPD terkait telah sesuai dengan kebutuhan yang ada,” tambahnya.

Ia berharap PPPK ini bisa bekerja dengan sungguh-sungguh.”Karena hari ini sudah dilantik maka saatnya berikan yang terbaik untuk Kabupaten Tana Tidung ini,” Pungkasnya.

Bupati Tana Tidung Dorong OPD Untuk Fokus Pada Hasil Kinerja Anggaran

Tana Tidung – Evaluasi kinerja dan penggunaan anggaran menjadi agenda utama Coffee Morning Pemerintah Kabupaten Tana Tidung di ruang rapat Wakil Bupati,Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Bupati Ibrahim Ali bersama Sekretaris Daerah Hersonsyah dan Asisten Pemerintahan dan Kesra Idham Nur dan diikuti seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Coffee Morning kali ini difokuskan pada evaluasi program pembangunan, efektivitas penggunaan anggaran, serta percepatan pelaksanaan program strategis daerah.Bupati Ibrahim menekankan forum ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sarana untuk memastikan jalannya roda pemerintahan secara lebih terarah dan akuntabel.

“Kami membahas kemajuan program, mengevaluasi tantangan, dan menyusun langkah strategis untuk percepatan pembangunan daerah,” ujar Ibrahim.I

a menegaskan setiap kebijakan dan program harus berorientasi pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.Menurut Bupati, penggunaan anggaran tidak hanya diukur dari sisi penyerapan, melainkan juga dari kualitas hasil yang dicapai.

Ia meminta seluruh perangkat daerah untuk memperkuat koordinasi, memperbaiki perencanaan, dan meningkatkan kinerja sesuai target.

“Tujuannya, agar setiap rupiah anggaran benar-benar berdampak dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Selain evaluasi, forum juga menjadi ajang untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan. Dengan begitu, langkah penyelesaian bisa segera diambil agar program berjalan sesuai jadwal dan tidak menghambat pencapaian prioritas pembangunan.Bupati Ibrahim menutup arahannya dengan menegaskan pentingnya budaya kerja yang disiplin, transparan, dan kolaboratif.

“Coffee Morning ini dapat terus menjadi ruang efektif untuk memacu kinerja OPD sekaligus memperkuat sinergi dalam mendorong pembangunan daerah,” pungkasnya.

Perkuat Sinergi dengan Pendamping Desa Bupati Tana Tidung Dorong Peningkatan Pembangunan Desa di Tana Tidung

Tana Tidung – Kegiatan silaturahmi antara Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, dan Pendamping Desa di ruang rapat Bupati. diharapkan mempercepat implementasi program pembangunan desa dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Pertemuan ini digelar untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antara pemerintah kabupaten dan pendamping desa, sekaligus mendengar aspirasi terkait kendala pelaksanaan program di lapangan.Bupati Ibrahim Ali menekankan pentingnya peran pendamping desa sebagai ujung tombak penyampaian program pembangunan.

Menurutnya, keberhasilan setiap program tergantung pada kemampuan pendamping dalam memastikan program tersebut berjalan sesuai perencanaan dan tepat sasaran.“Pendamping desa berada.

“Pendamping desa berada di garis depan. Mereka yang tahu kebutuhan nyata masyarakat di desa. Semua program harus benar-benar memberikan manfaat, bukan hanya berjalan di atas kertas,” ujar Bupati Ibrahim Ali.

Selain menekankan sinergi, Bupati juga meminta setiap kendala yang dihadapi di desa segera dilaporkan, agar pemerintah daerah dapat menindaklanjuti dengan cepat. Ia berharap komunikasi berkesinambungan antara pemerintah dan pendamping desa dapat mencegah keterlambatan atau ketidaktepatan pelaksanaan program.

“Setiap desa harus bisa memanfaatkan program pembangunan secara maksimal. Tidak ada lagi yang tertunda atau salah sasaran. Semua harus jelas, terukur, dan langsung berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan ini juga menjadi forum evaluasi, mulai dari pembangunan infrastruktur desa, pemberdayaan ekonomi, hingga layanan sosial. Bupati menegaskan bahwa dukungan berkelanjutan bagi pendamping desa akan mendorong keberhasilan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup warga.

“Ini bukan sekadar pertemuan formal. Semua pendamping desa memahami prioritas pembangunan, sehingga mereka bisa bekerja lebih efektif dan program pemerintah dapat dirasakan masyarakat dengan cepat,” pungkasnya.

Jamkrindo, Pemkab Maros dan Tana Tidung Memperkokoh Ekosistem Penjaminan Daerah

Tana Tidung – Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), melakukan penandatanganan kesepakatan bersama penyediaan produk Surety Bond dengan Pemerintah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.

PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), melakukan penandatanganan kesepakatan bersama penyediaan produk Surety Bond dengan Pemerintah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.

Kerja sama ini untuk memperkuat perannya dalam membangun ekosistem penjaminan pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah. Hal ini dilakukan untuk mendukung tata kelola dan kelancaran pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah.

Penandatanganan kesepakatan bersama antara Jamkrindo dengan Pemerintah Kabupaten Maros dilakukan oleh Direktur Kelembagaan dan Layanan Jamkrindo Abdul Bari dan Bupati Maros Andi Syafril Chaidir Syam, serta disaksikan oleh Plt. Direktur Bisnis Penjaminan Jamkrindo, Alia Nur Fitri.

Adapun, kesepakatan bersama Jamkrindo dengan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung ditandatangani pekan lalu di Jakarta. Penandatanganan kesepakatan bersama dilakukan oleh Plt. Direktur Bisnis Penjaminan Jamkrindo Alia Nur Fitri dengan Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali.

Abdul Bari berharap penandatanganan kesepakatan bersama tersebut dapat menjadi langkah awal dalam kolaborasi yang lebih berdampak dan strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah.

Ia mengatakan kerja sama dalam layanan penjaminan proyek dapat memberikan kepastian dan perlindungan bagi pemerintah daerah maupun pelaku usaha dalam pelaksanaan proyek konstruksi dan pengadaan barang/jasa di berbagai daerah.

“Penandatanganan kesepakatan bersama ini merupakan langkah nyata kami dalam memperkuat ekosistem penjaminan, khususnya melalui produk Surety Bond untuk mendukung kelancaran proyek pembangunan, mendorong tata kelola yang lebih baik, dan menciptakan iklim usaha yang sehat,” ujar Abdul Bari yang juga merupakan Plt. Direktur Utama Jamkrindo.

Abdul Bari, pada keterangan tertulisnya itu, mengatakan Jamkrindo berkomitmen untuk membuka akses seluas- luasnya bagi pelaku usaha untuk mendapatkan dukungan penjaminan. Dengan produk Surety Bond, pelaku usaha (termasuk UMKM) dapat layanan penjaminan dari perusahaan penjaminan terbesar dan terpercaya di Indonesia, sehingga dapat ikut serta mengerjakan proyek proyek dengan sumber pembiayaan APBN dan atau APBD.

Hal tersebut diharapkan dapat memberikan dampak pada peningkatan daya saing serta pertumbuhan ekonomi.

“Dukungan terhadap proyek-proyek pembangunan di daerah melalui instrumen penjaminan diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Selain menandatangani kesepakatan bersama dengan Kabupaten Maros, Jamkrindo juga telah menandatangani kesepakatan bersama dengan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Alia Nur Fitri mengungkapkan langkah-langkah strategis Jamkrindo dalam menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah menjadi bukti nyata kontribusi perusahaan dalam memperluas jangkauan layanan penjaminan.

Ia berharap kesepakatan bersama ini dapat memberikan dampak pada penguatan ekosistem penjaminan di daerah.

“Jamkrindo berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi penjaminan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan. Ke depan, Jamkrindo akan terus memperkuat peranannya dalam membangun ekosistem penjaminan yang tidak hanya mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah,” ujar Alia.

Jamkrindo Perluas Dukungan Penjaminan Proyek Daerah Lewat Kerja Sama dengan Pemkab Maros dan Tana Tidung

Tana Tidung – PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), anggota holding Indonesia Financial Group (IFG), terus memperkuat perannya dalam ekosistem penjaminan proyek pengadaan barang dan jasa di tingkat pemerintah daerah. Upaya ini ditempuh untuk mendukung kelancaran pelaksanaan proyek sekaligus mendorong tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama penyediaan produk Surety Bond dengan Pemerintah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.Penandatanganan dengan Pemkab Maros dilakukan pada Senin (22/9/2025) di Jakarta oleh Direktur Kelembagaan dan Layanan Jamkrindo, Abdul Bari, bersama Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam.

Kesepakatan ini juga disaksikan oleh Plt. Direktur Bisnis Penjaminan Jamkrindo, Alia Nur Fitri. Sementara itu, kerja sama dengan Pemkab Tana Tidung ditandatangani sepekan sebelumnya oleh Alia Nur Fitri dan Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali.

Abdul Bari yang juga menjabat sebagai Plt. Direktur Utama Jamkrindo menegaskan, layanan penjaminan melalui Surety Bond menjadi instrumen penting dalam memberikan kepastian serta perlindungan bagi pemerintah daerah maupun pelaku usaha.

“Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat iklim usaha yang sehat, mendukung pembangunan daerah, dan meningkatkan daya saing, termasuk bagi UMKM yang ingin terlibat dalam proyek berbasis APBN maupun APBD,” jelasnya.Ia menambahkan, keterlibatan Jamkrindo bukan hanya membuka akses pembiayaan proyek, tetapi juga menjadi bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Alia Nur Fitri turut menegaskan bahwa langkah strategis ini menunjukkan keseriusan Jamkrindo dalam memperluas jangkauan layanan penjaminan. “Jamkrindo berkomitmen menghadirkan solusi penjaminan yang adaptif, relevan, dan berdampak positif bagi perekonomian nasional maupun daerah,” katanya.

Dengan terjalinnya kolaborasi bersama Pemkab Maros dan Tana Tidung, Jamkrindo berharap dapat semakin memperkuat perannya sebagai perusahaan penjaminan terbesar di Indonesia sekaligus motor penggerak pembangunan daerah melalui instrumen penjaminan yang kredibel.

Selaraskan Perencanaan Desa dan Daerah Bapedda -Litbang Tana Tidung Luncurkan Proyek Perubahan “KABAR BAPEDA”

Tana Tidung – Kabupaten Tana Tidung yang sedang giat membangun dihadapkan pada berbagai tantangan, di antaranya ialah Ketidaksesuaian prioritas pembangunan.

Banyak RPJMDes tidak sinkron dengan RPJMD sehingga kegiatan pembangunan berjalan terpisah.Koordinasi yang belum optimal. Komunikasi antara pemerintah desa dan pemerintah kabupaten seringkali berjalan parsial.

Efisiensi program yang rendah. Karena kurangnya sinkronisasi, sejumlah program pembangunan menjadi tumpang tindih dan kurang berdampak signifikan.Akibatnya, pemerataan pembangunan terhambat, kesejahteraan masyarakat meningkat lebih lambat, dan potensi unggulan desa belum dikelola secara maksimal.

Proyek ini dirancang sebagai roadmap kolaborasi pembangunan dengan target yang jelas: Jangka Pendek (0–1 tahun):Pembentukan tim kerja kolaborasi lintas sektor. Penyusunan rencana kerja awal.Intensifikasi komunikasi antar pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten.

Jangka Menengah (1–3 tahun):Penyelarasan dokumen RPJMDes dengan RPJMD. Penguatan mekanisme pengawasan dan akuntabilitas pembangunan.Optimalisasi potensi unggulan desa (pertanian, perikanan, pariwisata, dan ekonomi lokal).Jangka Panjang (5 tahun):Terbentuknya model kolaborasi desa-daerah yang permanen dan berkesinambungan.

Pembangunan daerah yang lebih partisipatif, inklusif, dan merata.Terwujudnya visi Kabupaten Tana Tidung sebagai daerah yang berdaya saing, adil, dan sejahtera.Jika berjalan optimal, KABAR BAPEDA akan menghadirkan manfaat strategis, di antaranya: Meningkatnya koordinasi dan sinergi pembangunan antara desa dan daerah.Terwujudnya pembangunan infrastruktur dasar yang lebih cepat dan merata.Penggunaan anggaran pembangunan yang lebih efektif dan efisien.

Peningkatan pemberdayaan masyarakat dalam perencanaan pembangunan.P engembangan ekonomi berbasis potensi desa sehingga menciptakan kemandirian lokal. Terbentuknya Tim KABAR BAPEDA sebagai penggerak utama inovasi pembangunan. Pelaksanaan KABAR BAPEDA dibagi dalam tahapan strategis: Persiapan dan Penyusunan Rencana Kerja.Identifikasi Potensi Unggulan Desa di seluruh wilayah Kabupaten Tana Tidung.

Penyusunan Pedoman Kolaborasi antara RPJMDes dan RPJMD. Integrasi RPJMDes 2021–2029 dengan Rancangan RPJMD Kabupaten.Pengesahan Pedoman oleh Bupati sebagai dasar hukum pelaksanaan.Launching resmi KABAR BAPEDA sebagai inovasi daerah. Pendampingan dan coaching bagi perangkat desa untuk meningkatkan kapasitas perencanaan.Monitoring dan evaluasi berkelanjutan untuk menilai efektivitas dan dampak program.

Peluncuran proyek perubahan KABAR BAPEDA menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Tana Tidung terus berupaya menghadirkan inovasi dalam pembangunan. Dengan memperkuat koordinasi desa-daerah, optimalisasi potensi lokal, serta sinergi perencanaan, program ini diharapkan mampu menciptakan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak kepada masyarakat.

“Pembangunan tidak boleh jalan sendiri-sendiri. Melalui KABAR BAPEDA, kita ingin memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” terang Saharin.

Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Kepala Bappeda yang dinilai sebagai langkah penting menuju pembangunan yang lebih terarah.

“Saya berharap KABAR BAPEDA menjadi semangat kolaborasi dalam mendorong percepatan pembangunan menuju Tana Tidung yang berdaya saing, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Daerah Pemkab Tana Tidung Gandeng Tanoto Foundation

Tanoto Foundation dan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dasar, sebagai kelanjutan kemitraan strategis yang telah terjalin sejak 2021.

Penandatanganan dilakukan di Kantor Tanoto Foundation Jakarta oleh Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali dan Head of Learning Environment Tanoto Foundation Margaretha Ari Widowati. Kesepakatan Bersama ini berlaku selama lima tahun, dengan ruang lingkup pengembangan kepemimpinan pembelajaran serta peningkatan literasi dan numerasi siswa.

“Sejauh ini Kabupaten Tana Tidung berhasil menunjukkan capaian positif dalam Rapor Pendidikan Nasional 2025,” kata Bupati Kabupaten Tana Tidung, Ibrahim Ali.

dalam keterangan tertulis yang diterima di Samarinda, Minggu.Pada Rapor Pendidikan Nasional 2025, tingkat literasi Kabupaten Tana Tidung mencapai 84,06%, sementara tingkat numerasi 76,26%. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Ibrahim Ali menyebutkan, peningkatan ini turut didukung oleh kerja sama dengan Tanoto Foundation beberapa tahun terakhir yang berfokus pada penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pendidikan, termasuk pengembangan fasilitator daerah yang sekarang berkembang menjadi guru penggerak, fasilitator pembelajaran mendalam, fasilitator koding, serta guru bersertifikat profesional.

“Tanoto Foundation percaya bahwa pendidikan berkualitas adalah hak setiap anak. Melalui perpanjangan MoU ini, kami memperkuat komitmen untuk mendukung Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan inovatif,” jelas Head of Learning Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati

.“Ini juga menjadi wujud komitmen kami untuk bergerak bersama, menuju masa depan anak Indonesia yang lebih berkualitas. Kami optimis anak-anak Tana Tidung akan tumbuh menjadi generasi yang kritis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan global,” sebut Ari.

Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dan Tanoto Foundation mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk komunitas pendidik, orang tua, dan organisasi masyarakat, untuk mendukung inisiatif ini.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain di Indonesia dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berbasis data.

Vamelia Ibrahim Sebut Pentingnya Sinergi Peran Guru dan Orang Tua di Pendidikan Anak Usia Dini

Tana Tidung – Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, melakukan kunjungan ke sejumlah satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang monitoring, tetapi juga wujud komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan sejak usia dini.Rombongan Bunda PAUD yang terdiri dari Pengurus Pokja Bunda PAUD, Pengurus PKK, Pengurus HIMPAUDI, serta Pengurus IGTKI diterima hangat oleh para pendidik dan murid di PAUD St. Ursula dan PAUD Nurul Jadid.

Dimana Kehadiran mereka disambut meriah dengan penampilan anak-anak dan antusiasme para guru yang turut mendampingi. Dalam kunjungan tersebut, Bunda PAUD menyerahkan secara simbolis bantuan berupa seragam batik dan tas murid.

Bantuan ini diharapkan dapat memberikan semangat baru kepada anak-anak dalam menjalani proses belajar mengajar.Selain itu, rombongan juga melaksanakan Gerakan Minum Susu yang telah rutin digelar selama dua tahun terakhir sebagai bagian dari upaya meningkatkan gizi dan kesehatan anak usia dini.Bunda PAUD Tana Tidung menegaskan perhatian pada tumbuh kembang anak sejak dini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi emas. Menurutnya, pendidikan usia dini harus diperkuat melalui kolaborasi antara tenaga pendidik, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Guru PAUD memiliki peran yang luar biasa dalam membentuk karakter dan kebiasaan anak. Saya berharap para pendidik terus berinovasi dalam pembelajaran, dan orang tua juga aktif bersinergi. Dengan begitu, PAUD bermutu bisa benar-benar terwujud di Kabupaten Tana Tidung,” ujar Vamelia.

Ia juga menambahkan gerakan bersama untuk memperhatikan gizi anak, seperti program minum susu, tidak hanya sekadar seremonial, melainkan langkah nyata dalam mendukung anak tumbuh sehat, cerdas, dan percaya diri.

“Anak-anak adalah aset masa depan daerah kita. Jika mereka mendapat pendidikan yang baik sejak dini, kita sedang menyiapkan fondasi kuat untuk kemajuan Tana Tidung di masa depan,” tegasnya.

Melalui kunjungan ini, Bunda PAUD berharap motivasi dan semangat guru semakin meningkat dalam menjalankan tugas mendidik. Di sisi lain, anak-anak pun bisa merasakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, menyenangkan, dan mendukung tumbuh kembang optimal mereka.

Kegiatan monitoring ke satuan PAUD ini direncanakan akan terus berlanjut ke berbagai kecamatan di Kabupaten Tana Tidung. Dengan begitu, pemerataan perhatian dan dukungan untuk lembaga PAUD dapat menjangkau seluruh wilayah, sehingga kualitas pendidikan anak usia dini dapat meningkat secara merata.